Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun, Dua Pelaku Ditangkap
Suara Pecari – 20 April 2026 | Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, tewas setelah ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun pada 19 April 2026.
Insiden terjadi sekitar pukul 11.10 WIT ketika korban baru saja turun dari penerbangan Lion Air JT880 dari Ambon dan disambut keluarga di pintu keluar bandara.
Seorang pria berjaket merah dan memakai masker mendekati korban, lalu melakukan serangan dengan pisau secara tiba‑tiba.
Korban mengalami empat luka tusuk di dada kanan, dada kiri, leher kiri, dan tulang belakang, yang menyebabkan perdarahan hebat.
Petugas bandara segera memberikan pertolongan pertama dan mengirimkan korban ke Rumah Sakit Umum Karel Sadsuitubun di Langgur.
Tim medis menyatakan korban meninggal pada pukul 11.44 WIT setelah upaya resusitasi tidak berhasil.
Dua pelaku yang diidentifikasi dengan inisial HR (28) dan FU (36) melarikan diri sesaat setelah serangan.
Polisi berhasil menangkap kedua tersangka dalam waktu kurang dari dua jam, tepatnya di wilayah Maluku Tenggara.
Kedua tersangka langsung dibawa ke Mapolres Maluku Tenggara untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolres Rian Sehendi menyatakan bahwa motif utama penikaman adalah dendam pribadi terhadap korban.
Menurut penyelidikan awal, perseteruan antara korban dan pelaku bermula saat keduanya berada di Jakarta beberapa tahun lalu.
HR diketahui memiliki latar belakang sebagai atlet Mixed Martial Arts, sementara FU digambarkan sebagai warga biasa tanpa catatan kriminal signifikan.
Pihak kepolisian masih mengumpulkan bukti untuk memperjelas detail perselisihan yang memicu aksi kekerasan tersebut.
DPD I Partai Golkar Maluku, dipimpin oleh Umar Ali Lessy, mengutuk keras tindakan penikaman dan menegaskan bahwa kasus ini tidak dapat ditoleransi.
Umar meminta seluruh kader Golkar tetap tenang, tidak terprovokasi, serta mendukung proses penyelidikan oleh aparat.
Ia menekankan pentingnya solidaritas internal partai dan menghindari provokasi yang dapat memperkeruh situasi.
Keluarga korban, termasuk kakaknya Antonius Rumatora, berusaha menahan diri saat pelaku mencoba dihentikan dengan memeluknya.
Upaya Antonius gagal karena pelaku berhasil melepaskan diri dan melarikan diri dari lokasi kejadian.
Penembakan terjadi di depan pintu keluar bandara, area yang biasanya dipadati penumpang dan keluarga menunggu.
Kejadian ini menimbulkan kepanikan di kalangan penumpang dan mengakibatkan penutupan sementara area tersebut untuk penyelidikan.
Polda Maluku Tenggara menambahkan bahwa semua rekaman CCTV bandara sedang diproses untuk mengidentifikasi gerak‑gerik pelaku.
Selain penangkapan HR dan FU, polisi masih membuka kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam rencana serangan.
Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar yang dijadwalkan pada 22 April 2026 di Maluku Tenggara kini ditunda.
Organisasi mengumumkan penundaan tersebut demi memberi ruang bagi proses hukum dan menghormati keluarga korban.
Sejumlah tokoh politik daerah menyampaikan belasungkawa, termasuk Gubernur Maluku Tenggara yang menegaskan komitmen menegakkan keamanan.
Gubernur menambahkan bahwa aparat keamanan akan meningkatkan pengamanan di fasilitas publik, terutama bandara.
Kasus ini menambah deretan aksi kekerasan terhadap tokoh politik di Indonesia, memicu diskusi tentang keamanan pejabat publik.
Pengamat keamanan menilai bahwa ancaman pribadi terhadap politisi memerlukan penanganan preventif lebih intensif.
Mereka menyarankan peningkatan koordinasi antara kepolisian, satpol, dan pihak transportasi untuk mencegah kejadian serupa.
Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung dan otoritas berjanji akan mengungkap seluruh fakta di balik penikaman ini.
Keluarga korban berharap keadilan dapat ditegakkan dan pelaku dijatuhi hukuman setimpal.
Artikel ini akan terus diperbarui seiring perkembangan investigasi.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







