Anna Wintour Gagal Undang Kate Middleton ke Met Gala 2026, Meski Tekadnya Tetap Kuat

Anna Wintour Gagal Undang Kate Middleton ke Met Gala 2026, Meski Tekadnya Tetap Kuat

Suara Pecari | Anna Wintour, pemimpin redaksi Vogue Amerika, kembali menaruh harapan pada kehadiran Kate Middleton di Met Gala 2026.

Wintour menyebut Putri Wales sebagai tamu utama yang mampu mengangkat citra acara, namun undangan tersebut ditolak.

Penolakan tidak pertama kali terjadi; pada tahun 2025 Wintour juga mengajukan undangan yang hanya mendapat gelengan kepala.

Sumber internal menyatakan Kate menolak bukan karena jadwal semata, melainkan prinsip pribadi yang menolak diposisikan sebagai pusat perhatian.

“Kate adalah satu-satunya selebriti yang diinginkan Anna tetapi tidak bisa didapatkan,” ujar seorang sumber dekat kolumnis Rob Shuter.

Wintour mengakui kegigihan tersebut sebagai “obsesi” yang terus berlanjut meski responnya negatif.

Menurut laporan, Wintour bahkan menghubungi Raja Charles dan Ratu Camilla untuk menyampaikan permintaan resmi.

Usaha tersebut tidak menghasilkan perubahan, dan Kate tetap menegaskan ketidakinginannya.

Sebelum fokus pada Kate, Wintour pernah menyebut Meghan Markle sebagai tamu impian pada Met Gala 2019 bersama Putri Wales.

Hubungan antara Wintour dan Meghan menegang setelah kolaborasi Meghan sebagai editor tamu British Vogue tahun 2019.

Kekhawatiran tersebut berujung pada keputusan melarang Meghan hadir di Met Gala tahun ini.

Royal lain yang pernah melangkah di karpet merah Met Gala termasuk Putri Beatrice dan Putri Diana pada 1996.

Kehadiran Putri Diana dikenang karena gaun slip Dior dan kalung mutiara serta safir tujuh untai.

Wintour menginginkan Kate bukan sekadar nostalgia, melainkan karena ia dianggap “hadiah utama” yang dapat mencuri sorotan.

Met Gala tetap dipenuhi selebritas papan atas, khususnya bintang-bintang asal Australia seperti Nicole Kidman, Hugh Jackman, Troye Sivan, dan Margot Robbie.

Para artis tersebut menyesuaikan pakaian dengan tema malam itu, “Fashion adalah Seni,” sebagaimana ditetapkan panitia.

Di antara tamu yang hadir, putri Anna Wintour, Bee Shaffer, muncul bersama suaminya Francesco Carrozzini.

Bee, yang lahir pada 1987, pernah memiliki impian berakting sebelum beralih menjadi produser film.

Dalam sebuah wawancara, Bee menyebut ibunya sebagai orang paling dermawan yang pernah ia temui.

Ia menambahkan bahwa Wintour dikenal sangat tepat waktu, efisien, dan memiliki selera humor yang tersembunyi.

Pengaruh Wintour dalam dunia mode tetap kuat, mengendalikan tren global melalui Vogue dan acara Met Gala.

Met Gala sendiri, yang digelar tiap tahun di Museum of Modern Art, menjadi panggung utama bagi perancang dan selebritas untuk mengekspresikan kreativitas.

Kehadiran atau ketidakhadiran tokoh publik biasanya menjadi sorotan media internasional.

Penolakan Kate menambah dinamika politik budaya, menyoroti batas antara kehidupan pribadi kerajaan dan ekspektasi publik.

Para pengamat menilai keputusan Kate mencerminkan upaya menjaga citra keluarga kerajaan yang tidak terjebak dalam konsumsi publik berlebih.

Wintour, yang telah memimpin Vogue sejak 1988, tetap berusaha menyesuaikan Met Gala dengan perubahan sosial dan politik.

Meski tidak berhasil mengundang Kate, Wintour menegaskan komitmen untuk menjaga relevansi acara di masa depan.

Acara 2026 tetap menghasilkan liputan luas, dengan foto-foto para artis Australia yang menampilkan interpretasi tema secara inovatif.

Para penikmat mode menilai bahwa meski kehilangan kehadiran Putri Wales, Met Gala tetap menjadi puncak kalender mode dunia.

Ketegangan antara Wintour dan kalangan kerajaan menambah narasi menarik di balik layar industri fashion.

Dengan fokus pada kreativitas, Met Gala 2026 menyampaikan pesan bahwa fashion tetap menjadi bentuk seni yang universal.

Keputusan Kate untuk menolak undangan menegaskan bahwa tidak semua peristiwa bergengsi harus melibatkan monarki.

Artikel ini merangkum dinamika antara Anna Wintour, Kate Middleton, dan dunia mode dalam konteks Met Gala 2026.

Tinggalkan Balasan