Neymar Minta Maaf kepada Robinho Jr setelah Insiden Tampar di Latihan Santos

Neymar Minta Maaf kepada Robinho Jr setelah Insiden Tampar di Latihan Santos

Suara Pecari | Neymar menegaskan permintaan maafnya kepada Robinho Jr setelah insiden tampar di pusat latihan Santos FC pada Minggu (5/5/2026). Kedua pemain kemudian tampil bersama dalam laga Copa Sudamericana melawan Deportivo Recoleta.

Insiden terjadi di Centro de Treinamento Rei Pele ketika Robinho Jr, berusia 18 tahun, berhasil melewati Neymar dengan dribel cepat. Neymar merespon dengan kontak fisik yang dianggap melampaui batas.

Manajemen Santos segera menurunkan departemen hukum untuk melakukan penyelidikan internal. Hal ini sejalan dengan kebijakan klub untuk menilai tindakan pemain senior terhadap talenta muda.

Setelah pertandingan 1-1, Neymar memberikan pernyataan terbuka di ruang pers. Ia mengakui kehilangan kendali dan menyebut bahwa ia telah meminta maaf secara pribadi kepada Robinho Jr serta keluarganya.

“Saya sudah meminta maaf kepadanya dan keluarganya,” kata Neymar dalam kutipan yang disebarkan AFP. Ia menambahkan, “Saya kehilangan kendali, setiap orang membuat kesalahan.”

Robinho Jr menanggapi melalui konferensi pers, menyatakan bahwa insiden sudah selesai. Ia menegaskan, “Semua sudah diselesaikan, kejadian ini dibesar-besarkan.”

Pernyataan tersebut didukung oleh saksi klub yang menyebut bahwa kedua pemain berpelukan setelah laga. Gestur itu dianggap sebagai tanda rekonsiliasi di antara mereka.

Sebagai konsekuensi, klub menegaskan akan meninjau prosedur disiplin untuk mencegah kejadian serupa. Tim hukum akan melaporkan temuan akhir kepada presiden klub dalam waktu dua minggu.

Neymar, yang kembali ke Santos pada Januari 2025, masih berjuang memulihkan kondisi fisiknya setelah operasi arthroscopy pada Desember 2023. Ia telah mencatat lima gol dan tiga assist dalam 12 pertandingan musim ini.

Pelatih Santos menilai bahwa performa Neymar tetap penting bagi tim, namun menekankan pentingnya kontrol emosi. “Kami mengharapkan pemain senior menjadi contoh bagi pemain muda,” ujar pelatih dalam rapat pers.

Di sisi lain, Robinho Jr, putra mantan rekan setim Brasil Robinho, masih meniti karier dengan 22 penampilan liga. Ia disebut sebagai talenta yang berpotensi menjadi bintang masa depan.

Konteks lebih luas mengaitkan insiden ini dengan sorotan publik terhadap Neymar menjelang Piala Dunia 2026. Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, masih menilai kebugaran Neymar untuk pemilihan akhir pada 18 Mei.

Meski demikian, Ancelotti menegaskan bahwa keputusan akhir akan didasarkan pada performa dan kondisi pemain. Neymar belum tampil untuk timnas sejak Oktober 2023.

Robinho senior, mantan rekan Neymar di Santos, kini menjalani hukuman penjara di Brazil setelah dinyatakan bersalah atas kasus kejahatan di Italia. Kasus ini menambah latar belakang emosional bagi Robinho Jr.

Media lokal melaporkan bahwa insiden tersebut menimbulkan perdebatan tentang batas toleransi dalam latihan. Beberapa pengamat menilai reaksi Neymar berlebihan, sementara yang lain menganggapnya sebagai bagian dari kompetisi.

Penggemar Santos menanggapi dengan campuran dukungan dan kritik di media sosial. Sebagian memuji sikap Neymar yang cepat meminta maaf, sementara yang lain menuntut tindakan disiplin lebih tegas.

Klub menegaskan bahwa keputusan akhir akan mempertimbangkan semua faktor, termasuk dampak pada moral tim. Peninjauan ini diharapkan selesai sebelum pertandingan resmi berikutnya.

Dengan situasi yang mereda, Neymar dan Robinho Jr kembali berlatih bersama. Kedua pemain tampak fokus pada persiapan Copa Sudamericana yang berlanjut.

Insiden ini menjadi pelajaran bagi klub dan pemain tentang pentingnya kontrol emosi di lingkungan profesional. Kedepannya, Santos berkomitmen memperkuat budaya sportifitas.

Tinggalkan Balasan