Pemerintah Mengusulkan Pembangunan Sekolah Rakyat Bima untuk Tampung 3.000 Siswa

Pemerintah Mengusulkan Pembangunan Sekolah Rakyat Bima untuk Tampung 3.000 Siswa

Suara Pecari | Pemerintah telah mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, yang direncanakan akan menampung hingga 3.000 siswa.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dan Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal melakukan tinjauan ke lokasi di Desa Pandai, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Jumat 29 Mei 2026.

Menteri Dody mengatakan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Bima menghadapi sejumlah tantangan teknis yang perlu diselesaikan bersama pemerintah daerah, seperti akses pengangkutan material dan penanganan sungai di sekitar lokasi.

Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal menyatakan bahwa pemerintah daerah siap mendukung pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bima dan akan menyiapkan solusi akses jalan serta berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara I terkait penanganan sungai.

Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Desa Gumantar, Kabupaten Lombok Utara, masih berlangsung dan dirancang sebagai pusat pendidikan terpadu jenjang SD, SMP, dan SMA dengan berbagai fasilitas seperti ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan digital, serta asrama siswa dan guru.

Kementerian PU saat ini melaksanakan pembangunan 93 lokasi Sekolah Rakyat Tahap II di berbagai daerah Indonesia dan telah mencapai rata-rata 59 persen progres fisik pembangunan secara nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan