Transparansi Rekrutmen: Polda Bali Umumkan Kelulusan Akhir Bintara dan Tamtama Polri 2026
Suara Pecari, Denpasar – Polda Bali menggelar Sidang Terbuka Penentuan Kelulusan Akhir Tingkat Panitia Daerah (Panda) Penerimaan Bintara dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026 di Gedung Presisi Polda Bali, pada Senin (5/7/2026). Sidang yang dipimpin oleh Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa, S.I.K., ini menjadi puncak dari rangkaian seleksi yang telah berlangsung selama hampir empat bulan, sejak 9 Maret hingga 3 Juli 2026. Kehadiran pengawas internal, pengawas eksternal, auditor, peserta seleksi, serta orang tua peserta menunjukkan komitmen Polda Bali untuk menghadirkan proses rekrutmen yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH).
Proses Seleksi yang Ketat dan Transparan
Seleksi penerimaan Bintara dan Tamtama Polri di Polda Bali tahun ini diikuti oleh total 1.649 peserta, terdiri dari 1.617 calon Bintara (1.354 pria dan 263 wanita) serta 32 calon Tamtama. Dari jumlah tersebut, hanya 139 calon Bintara dan 17 calon Tamtama yang berhasil melaju ke tahap penentuan kelulusan akhir tingkat Panda. Angka ini menunjukkan bahwa proses seleksi berlangsung sangat ketat, dengan tingkat persaingan yang tinggi.
Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti setiap tahapan seleksi dengan disiplin dan semangat. “Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas dedikasi, disiplin, kerja keras, dan ketekunan selama mengikuti seluruh rangkaian seleksi yang telah berlangsung hampir empat bulan,” ujarnya.
Prinsip BETAH sebagai Landasan
Seluruh proses rekrutmen Polri di Polda Bali dilaksanakan berdasarkan prinsip BETAH: Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Prinsip ini juga menjunjung tinggi semangat anti-Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Untuk memastikan objektivitas, setiap tahapan seleksi didukung oleh pemanfaatan teknologi dan diawasi oleh berbagai unsur pengawas, baik internal maupun eksternal.
“Seluruh proses rekrutmen Polri di Polda Bali dilaksanakan dengan berpedoman pada prinsip BETAH, yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis, serta menjunjung tinggi semangat anti-KKN,” tegas Brigjen Pol. I Made Astawa.
Mekanisme Sidang Terbuka
Dalam sidang terbuka tersebut, panitia melakukan perangkingan berdasarkan akumulasi nilai dari seluruh tahapan seleksi, mulai dari administrasi, tes kesehatan, psikologi, akademik, hingga kesamaptaan. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan klarifikasi apabila terdapat perbedaan data atau nilai sebelum hasil akhir ditetapkan. Hal ini menunjukkan bahwa Polda Bali memberikan ruang bagi peserta untuk memastikan keadilan proses.
Berikut adalah data peserta yang mengikuti sidang penentuan kelulusan akhir:
| Kategori | Jumlah Peserta Awal | Jumlah Peserta Sidang Akhir | Persentase Lolos ke Sidang Akhir |
|---|---|---|---|
| Calon Bintara Pria | 1.354 | 112 | 8,27% |
| Calon Bintara Wanita | 263 | 27 | 10,27% |
| Calon Tamtama | 32 | 17 | 53,13% |
| Total | 1.649 | 156 | 9,46% |
Data di atas menunjukkan bahwa hanya sekitar 9,46% dari total pendaftar yang berhasil mencapai tahap akhir, menandakan seleksi yang sangat kompetitif.
Pesan untuk Peserta Lulus dan Belum Lulus
Kepada peserta yang dinyatakan lulus, Wakapolda berpesan agar menjaga kesehatan, meningkatkan disiplin, memperkuat mental, serta mengikuti pendidikan pembentukan dengan penuh tanggung jawab. Pendidikan pembentukan akan menjadi fase krusial untuk membentuk karakter dan kompetensi sebagai anggota Polri yang profesional dan berintegritas.
Sementara itu, bagi peserta yang belum lulus, Wakapolda meminta agar tidak berkecil hati. “Bagi peserta yang belum dinyatakan lulus, jangan menyerah. Jadikan hasil ini sebagai motivasi untuk mempersiapkan diri lebih baik pada kesempatan berikutnya,” tegasnya. Pernyataan ini memberikan semangat bagi ribuan calon lainnya yang mungkin akan mencoba lagi di tahun mendatang.
Dampak dan Implikasi
Transparansi proses rekrutmen Polri di Polda Bali diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya menciptakan sumber daya manusia Polri yang Presisi dan dipercaya masyarakat. Dengan melibatkan pengawas eksternal dan orang tua peserta, kepercayaan publik terhadap institusi Polri semakin meningkat. Selain itu, penggunaan teknologi dalam seleksi juga meminimalisir potensi kecurangan dan praktik KKN.
Implikasi lain dari proses rekrutmen yang transparan adalah meningkatnya minat generasi muda untuk bergabung dengan Polri. Dengan adanya kepastian bahwa seleksi berlangsung adil, banyak calon potensial yang termotivasi untuk mendaftar. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan kualitas personel Polri di masa depan.
Pelaksanaan sidang terbuka ini juga merupakan wujud komitmen Polda Bali dalam menghadirkan proses rekrutmen Polri yang profesional, objektif, transparan, akuntabel, humanis, serta menghasilkan sumber daya manusia Polri yang Presisi dan dipercaya masyarakat. Ke depannya, diharapkan praktik serupa dapat diterapkan secara konsisten di seluruh Indonesia.
Dengan berakhirnya tahapan seleksi ini, para calon Bintara dan Tamtama yang lulus akan segera mengikuti pendidikan pembentukan di Pusat Pendidikan Polri. Mereka akan ditempa menjadi insan Bhayangkara yang siap mengabdi kepada bangsa dan negara. Proses panjang yang telah mereka lalui adalah awal dari pengabdian yang penuh tantangan dan kehormatan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









