Pramono Anung: Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia, Lebih Unggul dari Washington DC

Pramono Anung: Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia, Lebih Unggul dari Washington DC

Suara Pecari, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membuka Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (4/7/2026). Dalam sambutannya, ia menyampaikan kabar membanggakan: Jakarta menempati peringkat ke-53 dalam daftar 100 kota terbaik dunia versi Resonance Consultancy, perusahaan konsultan asal Brussel, Belgia. Pencapaian ini disebut lebih baik dari Washington DC (Amerika Serikat) dan Abu Dhabi (Uni Emirat Arab).

Kronologi Pengumuman Peringkat Jakarta

Pramono menjelaskan bahwa saat ia dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Oktober 2025, indeks kota global Jakarta berada di peringkat 74. Dalam waktu 10 bulan, peringkat tersebut naik ke posisi 71. Kemudian, hasil survei terbaru Resonance Consultancy yang dirilis dua hingga tiga minggu sebelum acara menempatkan Jakarta di peringkat 53. “Dan Jakarta lebih bagus dari Washington DC, yang penting itulah. Lebih bagus juga dari Abu Dhabi dan sebagainya,” ujar Pramono di hadapan para hadirin.

Data Perbandingan Peringkat Kota Global

Berikut adalah perbandingan peringkat Jakarta dengan beberapa kota dunia berdasarkan laporan World’s Best Cities 2026:

KotaPeringkat 2026Perubahan dari 2025
Jakarta53Naik 18 peringkat
Washington DC58Turun 2 peringkat
Abu Dhabi61Turun 5 peringkat
Singapura12Tetap
Tokyo4Naik 1 peringkat

Indikator Penilaian dan Dampak bagi Jakarta

Resonance Consultancy menilai kota berdasarkan tiga kategori utama: livability (kualitas hidup), lovability (daya tarik), dan prosperity (kemakmuran). Setiap kategori memiliki bobot tersendiri yang mencakup faktor seperti infrastruktur, budaya, lingkungan, pendidikan, dan peluang ekonomi. Peningkatan peringkat Jakarta menunjukkan perbaikan di berbagai sektor, terutama setelah statusnya sebagai kota global diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta.

Dampak bagi Perekonomian dan Investasi

Peringkat yang lebih baik diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi asing dan meningkatkan pariwisata. Jakarta kini dipandang sebagai kota yang kompetitif di tingkat global, sejajar dengan kota-kota besar lainnya. Pramono menegaskan bahwa Jakarta adalah etalase dan role model bagi kota-kota lain di Indonesia. “Jakarta memiliki posisi strategis karena tetap menjadi pusat ekonomi nasional sekaligus masih berstatus ibu kota negara,” ungkapnya.

Dampak bagi Masyarakat

Bagi warga Jakarta, pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri. Namun, tantangan seperti kemacetan, polusi, dan banjir masih perlu diatasi agar kualitas hidup semakin meningkat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong program-program berkelanjutan, termasuk dalam gelaran Jakarta Kreatif Festival yang mengusung tema “A Creative Movement for A Sustainable Global City”.

Jakarta Kreatif Festival 2026 sebagai Ajang Promosi

JKF 2026 merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, perbankan, pelaku UMKM, dan media. Acara ini bertujuan mendorong ekonomi kreatif sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru. Dengan tema keberlanjutan, festival ini menjadi salah satu upaya memperkuat citra Jakarta sebagai kota global yang inovatif dan ramah lingkungan.

Rangkaian Kegiatan JKF 2026

  • Pameran produk kreatif dari UMKM binaan Pemprov DKI Jakarta.
  • Diskusi panel tentang ekonomi kreatif dan pembangunan berkelanjutan.
  • Pertunjukan seni dan budaya dari berbagai daerah.
  • Workshop untuk pelaku industri kreatif.
  • Networking session antara investor dan startup lokal.

Implikasi Kebijakan ke Depan

Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus meningkatkan daya saing global melalui berbagai terobosan kebijakan. Beberapa langkah yang telah dan akan dilakukan antara lain:

BidangKebijakanTarget
TransportasiPercepatan pembangunan MRT dan LRT, integrasi moda transportasiMengurangi kemacetan 20% pada 2027
LingkunganProgram pengelolaan sampah berbasis masyarakat, perluasan ruang terbuka hijauMeningkatkan kualitas udara dan indeks kebahagiaan
EkonomiInsentif pajak untuk industri kreatif, kemudahan perizinan usahaMendorong pertumbuhan ekonomi kreatif 8% per tahun
PendidikanPeningkatan kualitas sekolah vokasi dan pelatihan keterampilan digitalMenyiapkan SDM unggul untuk era global

Dengan berbagai upaya tersebut, Jakarta diharapkan tidak hanya mempertahankan peringkatnya, tetapi juga terus naik ke level yang lebih tinggi. Pramono optimistis bahwa Jakarta dapat menjadi kota global yang tidak hanya diakui secara internasional, tetapi juga memberikan kesejahteraan bagi warganya.

Dalam penutupan sambutannya, Pramono mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga Jakarta sebagai kota global dan pusat perekonomian nasional. “Maka untuk itu, langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta untuk mempunyai daya saing global dengan kota-kota dunia, itulah yang kami lakukan sekarang ini,” tutupnya.

Pencapaian ini menjadi momentum bagi Jakarta untuk terus berbenah dan membuktikan diri sebagai salah satu kota terbaik di dunia. Dengan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, bukan tidak mungkin Jakarta akan semakin bersinar di kancah global.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *