Realisasi Anggaran RRI Tembus 40,16 Persen, Layanan Publik Tetap Berjalan Optimal
Suara Pecari | Jakarta – Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) mencatat realisasi anggaran mencapai 40,16 persen hingga 7 Juni 2026. Nilai realisasi anggaran tersebut sebesar Rp378,2 miliar. Direktur Utama LPP RRI, Hendrasmo, menyatakan bahwa serapan anggaran ini terdiri dari belanja pegawai dan belanja operasional rutin. “Realisasi Anggaran RRI Tembus 40,16 Persen Layanan Publik Tetap Berjalan Optimal LPP RRI” menjadi bukti komitmen lembaga dalam menjaga layanan publik meskipun ada keterbatasan.
Dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada 9 Juni 2026, Hendrasmo merinci bahwa belanja pegawai mencapai Rp280 miliar, sementara belanja operasional terealisasi sebesar Rp98,2 miliar. Ia menegaskan bahwa gaji pegawai terbayarkan sesuai jadwal pengajian. Namun, realisasi program layanan publik pada semester pertama masih rendah, baru mencapai Rp2,01 miliar atau 12,68 persen.
Hendrasmo menjelaskan bahwa rendahnya realisasi program bukan disebabkan oleh keterlambatan atau rendahnya pelaksanaan kegiatan, melainkan karakteristik sumber pendanaan yang berasal dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). “Realisasi Anggaran RRI Tembus 40,16 Persen Layanan Publik Tetap Berjalan Optimal LPP RRI” tetap menjadi prioritas, dan pihaknya memperkirakan realisasi program akan meningkat signifikan pada semester kedua setelah pencairan PNBP tahap berikutnya.
Meskipun realisasi program layanan publik masih rendah, aktivitas siaran, produksi konten, peliputan, dan layanan publik tetap berjalan optimal. RRI memastikan bahwa tidak ada gangguan signifikan terhadap pelayanan kepada masyarakat. “Kami memperkirakan realisasi program penyerahan publik akan meningkat secara signifikan pada semester ke-2,” ujar Hendrasmo.
Dengan total anggaran yang telah direalisasikan, RRI terus berupaya menjaga kualitas siaran dan konten. Realisasi Anggaran RRI Tembus 40,16 Persen Layanan Publik Tetap Berjalan Optimal LPP RRI menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan dalam penyerapan anggaran, layanan publik tidak terpengaruh. Ke depan, RRI optimistis dapat meningkatkan realisasi program layanan publik seiring dengan kelancaran pencairan PNBP.
Kesimpulannya, LPP RRI berhasil menjaga layanan publik tetap optimal meskipun realisasi anggaran baru mencapai 40,16 persen. Dengan strategi yang tepat dan dukungan dari DPR, RRI diharapkan dapat meningkatkan realisasi program pada semester kedua tahun 2026.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.









