Beacon Academy Salurkan Donasi Rp40 Juta untuk Difabel Lewat Walkathon

Beacon Academy Salurkan Donasi Rp40 Juta untuk Difabel Lewat Walkathon

Suara Pecari | Jakarta – Wujudkan Kepedulian Siswa Beacon Academy Salurkan Donasi untuk Difabel LPP RRI menjadi bukti nyata bahwa pendidikan karakter dapat diintegrasikan dengan aksi sosial. Siswa Primary Years Programme Beacon Academy berhasil menggalang dana sebesar Rp40 juta melalui kegiatan Walkathon yang digelar pada Mei lalu. Dana tersebut disalurkan kepada Yayasan Peduli Tuna Daksa untuk membantu penyandang disabilitas memperoleh alat bantu mobilitas, khususnya kaki palsu.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembelajaran berbasis pelayanan sosial yang diterapkan sekolah. Program ini bertujuan menanamkan nilai empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial sejak usia dini. Academic Advisor Beacon Academy, Arvind Chalasani, menyatakan bahwa melalui kegiatan ini siswa belajar bahwa tindakan sederhana dapat memberikan manfaat besar bagi kehidupan sesama. “Mereka memahami pendidikan tidak hanya berkaitan dengan akademik, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan sosial sekitar,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Rabu, 10 Juni 2026.

Wujudkan Kepedulian Siswa Beacon Academy Salurkan Donasi untuk Difabel LPP RRI juga menjadi momentum penutupan tahun ajaran sekolah pada Juni 2026. Bantuan yang terkumpul akan digunakan untuk menyediakan dua puluh kaki palsu bagi penerima manfaat dari keluarga kurang mampu. Program ini diharapkan membuka peluang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk bekerja, belajar, dan menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri.

Bagi para siswa, Walkathon bukan sekadar aktivitas olahraga atau penggalangan dana. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran tentang pentingnya kontribusi nyata terhadap masyarakat. Melalui pengalaman langsung, siswa diajak memahami bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana sehari-hari. “Anak-anak membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk menciptakan perubahan yang memberikan manfaat bagi banyak orang. Keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga kemampuan menghadirkan dampak sosial positif,” tambah Arvind.

Kolaborasi dengan Yayasan Peduli Tuna Daksa juga mendorong pemahaman mengenai pentingnya inklusi sosial. Sekolah berharap kegiatan ini dapat memperkuat kepedulian siswa terhadap kelompok yang membutuhkan dukungan masyarakat. Program ini menjadi bagian dari komitmen sekolah untuk menghubungkan pembelajaran di kelas dengan pengalaman nyata, sehingga siswa mampu mengembangkan karakter sekaligus meningkatkan kesadaran sosial secara berkelanjutan.

Sebelumnya, Beacon Academy juga berkolaborasi dengan Yayasan Pasien Anak Indonesia untuk mendukung anak yang hidup dengan kondisi cerebral palsy dan epilepsi. Dukungan ini diwujudkan melalui pengadaan stroller khusus sesuai kebutuhan medis masing-masing anak. Perwakilan orang tua siswa preschool Beacon Academy, Febriana Mustika, mengapresiasi kegiatan tersebut. “Kami melihat langsung bagaimana anak-anak belajar memahami kondisi teman sebaya mereka dan ingin membantu. Ini bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi pembelajaran kehidupan yang sangat berharga bagi kami sebagai orang tua,” ucapnya.

Dengan adanya inisiatif seperti Wujudkan Kepedulian Siswa Beacon Academy Salurkan Donasi untuk Difabel LPP RRI, diharapkan semakin banyak sekolah yang terinspirasi untuk mengintegrasikan nilai-nilai kemanusiaan dalam kurikulum pendidikan. Langkah kecil seperti Walkathon telah membuktikan bahwa generasi muda mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat luas.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan