Arab Saudi Beri Penghargaan Tata Kelola Dam Haji Indonesia, Bukti Pengelolaan Profesional

Arab Saudi Beri Penghargaan Tata Kelola Dam Haji Indonesia, Bukti Pengelolaan Profesional

Suara Pecari | Pemerintah Arab Saudi memberikan apresiasi tinggi terhadap tata kelola pembayaran dam jemaah haji Indonesia tahun ini. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Yayasan Wakaf Al-Mushaf kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dalam sebuah acara yang digelar di Kantor Daerah Kerja Makkah pada Senin, 8 Juni 2026. Momen ini menegaskan bahwa Arab Saudi Mengapresiasi Tata Kelola Dam Haji Indonesia LPP RRI sebagai bentuk pengakuan atas profesionalisme dan transparansi yang ditunjukkan oleh pihak Indonesia.

General Supervisor Wakaf Al-Mushaf, Iskandar Muhammad Ismail, secara langsung menyampaikan rasa terima kasihnya kepada PPIH Arab Saudi. Ketua PPIH Arab Saudi, Ian Heriyawan, menerima plakat penghargaan didampingi jajarannya. “Penghargaan ini merupakan bentuk rasa terima kasih atas kerja sama baik dengan PPIH,” ucapnya dalam sambutan. Acara tersebut juga disaksikan oleh Kepala Daker Makkah, Ihsan Faisal, dan Kasi Bimbad, Erti Herlina. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan betapa pentingnya pengakuan Arab Saudi Mengapresiasi Tata Kelola Dam Haji Indonesia LPP RRI dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan haji.

Adahi, sebagai satu-satunya lembaga resmi penata kelola kurban dari Pemerintah Arab Saudi, menjadi mitra utama dalam proses ini. Lembaga ini melayani seluruh jemaah haji dari berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Bagi jemaah haji yang melaksanakan ibadah tamattu dan qiran, pembayaran dam nusuk di Tanah Suci merupakan kewajiban yang harus dipenuhi. Dengan adanya pengakuan ini, semakin jelas bahwa Arab Saudi Mengapresiasi Tata Kelola Dam Haji Indonesia LPP RRI karena dinilai mampu mengelola pembayaran dam secara tertib dan transparan.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus mendorong pengelolaan dam yang lebih baik. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, turut mengapresiasi program tersebut. “Keterlibatan Adahi memastikan proses penyembelihan berjalan profesional sesuai standar Arab Saudi,” katanya. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memastikan manfaat hewan dam sampai kepada penerima yang berhak. Data dari Kemenhaj mencatat total jemaah dalam rekapitulasi pembayaran dam mencapai 195.326 orang. Sebanyak 135.367 jemaah di antaranya menyalurkan pembayaran dam melalui Adahi, sementara sisanya memilih membayar di Tanah Air.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara lain dalam hal tata kelola ibadah haji. Arab Saudi Mengapresiasi Tata Kelola Dam Haji Indonesia LPP RRI bukan sekadar seremoni, melainkan cerminan dari kerja keras seluruh pihak yang terlibat, mulai dari PPIH, Kemenhaj, hingga jemaah itu sendiri. Ke depannya, diharapkan kerja sama ini terus berlanjut dan semakin meningkatkan kualitas pelayanan haji Indonesia.

Kesimpulannya, apresiasi dari Arab Saudi ini menandai langkah maju dalam pengelolaan dam haji Indonesia. Dengan transparansi dan profesionalisme yang telah diakui, Indonesia diharapkan dapat terus menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam penyelenggaraan ibadah haji. Pengakuan ini juga memotivasi semua pihak untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan demi kenyamanan jemaah haji Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan