Cetak Sejarah, Siswi Sekolah Rakyat Jadi Calon Paskibraka Nasional
Suara Pecari, Jakarta – Ismi Ulfaida, siswi berusia 16 tahun dari Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 22 Polewali Mandar, berhasil mencatatkan sejarah sebagai siswi pertama dari Sekolah Rakyat yang lolos menjadi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2026 mewakili Provinsi Sulawesi Barat.
Prestasi Bersejarah dari Desa Bonra
Ismi berasal dari Desa Bonra, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Anak ketiga dari pasangan Rahman dan Suburia ini berhasil melewati seleksi ketat yang diadakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan terpilih menjadi satu dari 76 putra-putri terbaik nasional dari 38 provinsi yang akan mengikuti pembinaan dan pelatihan Paskibraka tingkat pusat di Jakarta menjelang peringatan HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026.
Awal Mula dan Motivasi Ismi
Ismi mengaku baru mengenal dunia baris-berbaris saat mengikuti ekstrakurikuler Pramuka di Sekolah Rakyat. Sebelumnya, ia tidak pernah menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera di sekolahnya saat SMP. Motivasi untuk menjadi anggota Paskibraka muncul setelah melihat prestasi Bianca Alessia Christabella Lantang, pembawa baki Paskibraka Nasional 2025 asal Sulawesi Utara, yang ia ikuti melalui media sosial.
Perjalanan Seleksi yang Ketat
Proses seleksi Paskibraka berlangsung mulai dari tingkat kota/kabupaten, provinsi, hingga nasional dengan berbagai tahapan seperti verifikasi administrasi, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), tes kesamaptaan, pelatihan baris-berbaris, psikotes, serta tes kepribadian dan minat bakat. Dari lebih dari 119.000 pendaftar, Ismi berhasil melaju hingga tahap nasional.
Dukungan Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar memberikan dukungan penuh bagi Ismi, mulai dari pendaftaran hingga bimbingan intensif yang meliputi Wawasan Kebangsaan, Intelegensia Umum, kesenian, dan latihan baris-berbaris secara rutin. Hal ini menjadi modal penting bagi Ismi dalam menghadapi seleksi yang sangat kompetitif.
Tantangan dan Semangat Selama Pembinaan
Setelah lolos seleksi, Ismi harus menjalani karantina dan pelatihan terpusat di Jakarta sejak 14 Juli 2026. Meski harus berjauhan dari keluarga, terutama orang tua dan empat saudara yang tinggal di rumah semi permanen seluas 74 meter persegi, Ismi tetap menjalani latihan dengan tekun dan disiplin. Kedisiplinan yang diperoleh selama bersekolah di Sekolah Rakyat membantunya beradaptasi dengan rutinitas latihan yang ketat setiap hari.
Ismi mengungkapkan, rasa rindu kepada orang tua menjadi tantangan terbesar, namun hal tersebut justru memicu semangatnya untuk berprestasi dan membanggakan keluarga serta semua pihak yang mendukungnya.
Apresiasi dari BPIP dan Harapan untuk Generasi Muda
Wakil Kepala BPIP, Rima Agristina, memberikan apresiasi kepada Sekolah Rakyat yang telah membuka kesempatan bagi anak-anak dari berbagai latar belakang untuk berpartisipasi dalam Program Paskibraka. Dari 170 siswa Sekolah Rakyat yang mendaftar, 48 berhasil lolos di tingkat kota/kabupaten, dua di tingkat provinsi, dan Ismi menjadi satu-satunya yang lolos hingga tingkat nasional pada tahun 2026.
Ismi juga menyampaikan pesan motivasi kepada teman-teman sebaya agar tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita. Ia menegaskan pentingnya semangat dan ketekunan dalam menghadapi setiap tantangan.
Persiapan Menuju Upacara Kemerdekaan
Saat ini Ismi tengah fokus menjalani pembinaan dan pelatihan intensif untuk menjadi anggota Paskibraka resmi pada upacara peringatan HUT RI ke-81 di Istana Negara tanggal 17 Agustus 2026. Ia bertekad memberikan yang terbaik dan mengharumkan nama keluarga, sekolah, serta Provinsi Sulawesi Barat di tingkat nasional.
Perjalanan Ismi Ulfaida adalah inspirasi nyata bahwa keterbatasan latar belakang bukanlah halangan untuk meraih prestasi tinggi dan berkontribusi bagi bangsa dan negara.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










