Mengenal Lebih Dekat Sosok Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono Danrem 072 Pamungkas, Lulusan Akmil Tahun 1997 [titlebase] yang Kini Memimpin Korem Strategis

Mengenal Lebih Dekat Sosok Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono Danrem 072 Pamungkas, Lulusan Akmil Tahun 1997 [titlebase] yang Kini Memimpin Korem Strategis

Suara Pecari | Sosok Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono Danrem 072 Pamungkas, Lulusan Akmil Tahun 1997 [titlebase] kembali menjadi sorotan publik tak hanya karena jabatan barunya, melainkan juga insiden viral di Marathon Jogja 2026 yang menampilkan sikapnya yang tegas di depan kamera.

Brigjen Yuniar, yang resmi menjabat sebagai Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas, Kodam IV/Diponegoro sejak Juni 2026, merupakan alumni Akademi Militer (Akmil) angkatan 1997 dengan kecabangan Artileri Medan (Armed). Lulusan dengan gelar S.Sos., M.Si., M.Sc ini dikenal memiliki kompetensi diplomasi pertahanan yang kuat, terbukti dari partisipasinya dalam program pendidikan militer global di Inggris pada tahun 2025.

Karier militernya meliputi berbagai posisi strategis, antara lain Dandim Gorontalo, Danmen Armed, serta Kasrem 152/Baabullah. Pengalaman internasionalnya menambah nilai tambah dalam kepemimpinan, menjadikannya kandidat ideal untuk memimpin wilayah teritorial penting di Yogyakarta dan sekitarnya melalui Korem 072/Pamungkas.

Insiden Marathon Jogja 2026 memperlihatkan sisi lain dari kepemimpinan Brigjen Yuniar. Pada 21 Juni 2026, video memperlihatkan ia berusaha menempatkan pengawal pribadi di garis finis, namun petugas race menolak dengan tegas sesuai SOP. Reaksi kerasnya, “Ini pengawal saya, ini pengawal saya,” menjadi viral dan memicu perdebatan publik tentang etika perwira militer di ruang publik.

Walaupun sempat terjadi cekcok, Brigjen Yuniar akhirnya menghormati keputusan petugas dan melanjutkan lari tanpa pengawalnya. Insiden ini menambah dimensi publik pada profilnya, menyoroti keseimbangan antara otoritas militer dan aturan sipil.

Berikut rangkuman pencapaian penting Brigjen Yuniar:

  • 1997: Lulus Akmil, kecabangan Armed.
  • 2010‑2014: Dandim Gorontalo, meningkatkan kesiapan operasional regional.
  • 2015‑2018: Danmen Armed, mengkoordinasikan latihan gabungan antar cabang.
  • 2019‑2022: Kasrem 152/Baabullah, mengelola logistik dan intelijen daerah.
  • 2025: Mengikuti program pendidikan pertahanan global di Inggris.
  • Juni 2026: Dilantik sebagai Danrem 072/Pamungkas, menggantikan Brigjen Bambang Sujarwo.

Penunjukan Brigjen Yuniar sebagai Danrem 072/Pamungkas dianggap strategis karena wilayah tersebut mencakup area Yogyakarta, Magelang, dan sekitarnya—daerah dengan kepentingan budaya, pendidikan, serta potensi ancaman keamanan. Kemampuan diplomasi pertahanan yang dimilikinya diharapkan dapat memperkuat sinergi antara TNI, kepolisian, dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas.

Selain tugas militer, Brigjen Yuniar aktif dalam kegiatan sosial, termasuk program beasiswa bagi anak-anak kurang mampu di wilayah operasionalnya serta pelatihan kesiapsiagaan bencana. Sikapnya yang terbuka terhadap masyarakat menjadi nilai plus dalam memperkuat citra TNI di mata publik.

Kesimpulannya, Sosok Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono Danrem 072 Pamungkas, Lulusan Akmil Tahun 1997 [titlebase] tidak hanya menorehkan prestasi karier militer yang mengesankan, namun juga menjadi figur publik yang menarik perhatian lewat peristiwa viral. Kepemimpinannya di Korem 072/Pamungkas diharapkan dapat membawa sinergi antara profesionalisme militer dan kepedulian sosial, menjawab tantangan keamanan serta kebutuhan masyarakat di era modern.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan