OSN Bondowoso Dievaluasi, DPRD Minta Dispendik Berbenah Total

OSN Bondowoso Dievaluasi, DPRD Minta Dispendik Berbenah Total

Suara Pecari | Bondowoso – Polemik hasil Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SD dan SMP di Kabupaten Bondowoso akhirnya memasuki babak baru. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bondowoso memastikan bahwa Dinas Pendidikan (Dispendik) telah mengambil langkah konkret dengan berkoordinasi ke pemerintah pusat, sekaligus mendesak evaluasi menyeluruh agar persoalan serupa tidak terulang di masa mendatang. Langkah ini diambil setelah serangkaian keluhan dari wali murid peserta OSN yang mempertanyakan transparansi dan akurasi hasil seleksi.

Kronologi Polemik OSN Bondowoso

Peristiwa bermula ketika hasil OSN tingkat kabupaten diumumkan pada akhir Juni 2026. Sejumlah wali murid merasa hasil tersebut tidak sesuai dengan ekspektasi dan mencurigai adanya kejanggalan. Mereka kemudian mengadu ke DPRD Bondowoso, yang kemudian menginisiasi rapat dengar pendapat antara perwakilan wali murid, DPRD, dan Dispendik. Rapat tersebut digelar pada Kamis, 2 Juli 2026, di ruang rapat DPRD Bondowoso.

Tanggal Peristiwa
Akhir Juni 2026 Pengumuman hasil OSN tingkat kabupaten memicu protes wali murid
2 Juli 2026 Rapat dengar pendapat antara wali murid, DPRD, dan Dispendik
4 Juli 2026 DPRD mengumumkan hasil evaluasi dan rekomendasi perbaikan

Langkah Dispendik: Koordinasi ke Pusat

Dalam rapat tersebut, Kepala Dispendik Bondowoso menjelaskan bahwa persoalan yang terjadi tidak hanya dialami oleh Bondowoso, melainkan juga sejumlah daerah lain. Indikasi sementara mengarah pada gangguan sistem secara nasional, bukan kesalahan administrasi di tingkat daerah. Oleh karena itu, Dispendik telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mencari solusi. Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Ady Kriesna, mengapresiasi langkah cepat Dispendik. “Berkat kesigapan aparatur pemerintah di Diknas, solusi sudah mulai nampak,” ujarnya.

Evaluasi Menyeluruh Diminta

Meski demikian, DPRD tidak puas hanya dengan langkah sementara. Mereka mendesak Dispendik untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan OSN, mulai dari sistem seleksi, infrastruktur, hingga komunikasi dengan peserta dan orang tua. Evaluasi ini dinilai krusial untuk memastikan proses seleksi tahun depan berjalan lebih transparan dan akuntabel. Ady Kriesna menekankan bahwa evaluasi harus mencakup aspek teknis dan non-teknis.

  • Evaluasi sistem pendaftaran dan penilaian OSN
  • Peningkatan kualitas lokasi pelaksanaan ujian
  • Penguatan saluran komunikasi antara Dispendik dan wali murid
  • Sosialisasi prosedur pengaduan yang jelas

Masukan Wali Murid: Lokasi Representatif dan Komunikasi Efektif

Dalam rapat, para wali murid menyampaikan sejumlah masukan konkret. Salah satunya adalah permintaan agar lokasi pelaksanaan OSN lebih representatif, misalnya di gedung yang nyaman, memiliki pendingin ruangan yang memadai, dan jauh dari kebisingan. Mereka menilai kondisi ruang ujian sebelumnya kurang mendukung konsentrasi peserta. Selain itu, mereka juga mengeluhkan minimnya informasi resmi dari Dispendik, sehingga muncul simpang siur informasi di media sosial. Untuk mengatasi hal ini, Ady Kriesna mengusulkan pembentukan grup WhatsApp resmi yang melibatkan perwakilan Dispendik dan wali murid sebagai saluran komunikasi dua arah. “Melalui mekanisme tersebut, setiap perkembangan maupun kendala dapat segera diinformasikan, sehingga tidak memunculkan kesalahpahaman,” jelasnya.

Dampak dan Implikasi

Polemik OSN Bondowoso ini memiliki dampak luas, tidak hanya bagi peserta dan orang tua, tetapi juga bagi citra pendidikan di Bondowoso. Jika tidak ditangani dengan baik, kepercayaan masyarakat terhadap sistem seleksi akademik bisa terkikis. Sebaliknya, jika evaluasi berjalan efektif, Bondowoso bisa menjadi contoh daerah dalam pengelolaan OSN yang transparan. Implikasi lainnya adalah perlunya peningkatan kapasitas SDM di Dispendik dalam mengelola sistem berbasis IT, mengingat gangguan sistem nasional menjadi isu utama. DPRD pun berencana mengawal proses evaluasi ini secara ketat hingga tahun ajaran berikutnya.

Penutup Naratif

Di tengah hiruk-pikuk polemik yang sempat memanas, langkah DPRD dan Dispendik Bondowoso menunjukkan bahwa dialog dan koordinasi menjadi kunci penyelesaian. Namun, tantangan sesungguhnya ada pada implementasi evaluasi yang telah dijanjikan. Masyarakat Bondowoso menanti bukti nyata bahwa setiap keluhan telah didengar dan direspon dengan kebijakan yang berorientasi pada perbaikan. Hanya dengan komitmen bersama, OSN Bondowoso dapat kembali menjadi ajang bergengsi yang adil dan bermartabat.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan