Pemprov Jatim Renovasi 1.700 RTLH Bersama Kodam Brawijaya Sepanjang 2026
Suara Pecari, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pada Tahun Anggaran 2026, sebanyak 1.700 unit RTLH akan direnovasi bekerja sama dengan Kodam V/Brawijaya. Program ini merupakan bagian dari kolaborasi panjang yang telah berlangsung sejak 2009, dan hingga saat ini telah memberikan dampak signifikan bagi ribuan keluarga di Jawa Timur.
Detail Program Renovasi RTLH 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, saat meninjau lokasi renovasi di Bangkalan pada Senin, 6 Juli 2026, mengumumkan bahwa anggaran yang disiapkan untuk program ini mencapai Rp42,5 miliar. Setiap penerima bantuan akan mendapatkan dana sebesar Rp25 juta, yang digunakan untuk perbaikan rumah agar layak huni. Program ini dilaksanakan di 18 wilayah Kodim yang tersebar di seluruh Jawa Timur.
Khusus untuk Pulau Madura, sebanyak 377 unit RTLH akan direnovasi, dengan rincian sebagai berikut:
| Kabupaten | Jumlah Unit RTLH |
|---|---|
| Bangkalan | 94 |
| Sampang | 94 |
| Pamekasan | 94 |
| Sumenep | 95 |
| Total | 377 |
Pemilihan lokasi di Madura didasarkan pada data kemiskinan dan kondisi perumahan yang memprihatinkan. Program ini diharapkan dapat mengurangi angka RTLH di wilayah tersebut secara signifikan.
Sejarah Kolaborasi Pemprov Jatim dan Kodam Brawijaya
Kolaborasi antara Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya dalam program renovasi RTLH telah dimulai sejak tahun 2009. Awalnya, program ini hanya mencakup beberapa kabupaten, namun seiring waktu, jangkauannya meluas ke seluruh Jawa Timur. Hingga tahun 2025, sebanyak 154.399 unit rumah telah berhasil direnovasi dengan total anggaran lebih dari Rp1,24 triliun. Angka ini menunjukkan konsistensi dan efektivitas program dalam mengatasi masalah perumahan layak huni.
Selain renovasi rumah, kolaborasi ini juga mencakup pembangunan jamban keluarga. Sejak 2019, sebanyak 2.062 unit jamban telah dibangun untuk meningkatkan sanitasi dan kesehatan masyarakat. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) terkait air bersih dan sanitasi.
Dampak Program Terhadap Masyarakat
Program renovasi RTLH memberikan dampak multidimensional bagi penerima manfaat. Pertama, perbaikan fisik rumah secara langsung meningkatkan kenyamanan dan keamanan tempat tinggal. Kedua, dengan adanya jamban keluarga, risiko penyakit akibat sanitasi buruk dapat diminimalkan. Ketiga, program ini juga memberikan rasa aman dan kebanggaan bagi keluarga penerima, karena mereka memiliki rumah yang layak huni.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya memperbaiki rumah, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. “Kolaborasi panjang ini membuktikan bahwa sinergi Pemprov Jawa Timur dan Kodam V/Brawijaya tidak hanya memperbaiki rumah masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesehatan, rasa aman, serta kualitas hidup keluarga penerima manfaat,” ujarnya.
Implikasi dan Rencana Ke Depan
Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia dalam mengatasi masalah RTLH. Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana untuk terus meningkatkan jumlah renovasi setiap tahunnya, dengan target eliminasi RTLH secara bertahap. Selain itu, program jamban keluarga juga akan diperluas ke daerah-daerah yang masih kekurangan akses sanitasi.
Dengan anggaran yang terus dialokasikan setiap tahun, serta dukungan penuh dari TNI, program ini menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan institusi militer dapat menghasilkan solusi nyata bagi permasalahan sosial. Masyarakat pun diimbau untuk aktif berpartisipasi dalam pemeliharaan rumah yang telah direnovasi agar manfaatnya dapat bertahan lama.
Di tengah tantangan ekonomi dan sosial, program renovasi RTLH menjadi bukti bahwa pemerintah hadir untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Setiap rumah yang diperbaiki bukan sekadar bangunan, melainkan simbol harapan baru bagi keluarga yang mendiaminya. Dengan komitmen yang terus berlanjut, Jawa Timur optimis dapat mewujudkan lingkungan hunian yang layak dan sehat bagi seluruh warganya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










