Wabup Muaro Jambi Hadiri Rakor Strategi Penanggulangan Geng Motor di Polda Jambi
Suara Pecari, Jambi – Maraknya aksi geng motor di wilayah Provinsi Jambi dalam beberapa bulan terakhir memicu kekhawatiran serius di kalangan pemerintah dan aparat keamanan. Menjawab tantangan tersebut, Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi H. Mahir, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Strategi Penanggulangan Geng Motor yang digelar di Aula Lantai III Gedung Mapolda Jambi pada Rabu, 8 Juli 2026. Rakor yang dipimpin langsung oleh Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar, ini dihadiri oleh Gubernur Jambi Al Haris, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jambi, serta para pemangku kepentingan terkait dari berbagai kabupaten/kota.
Latar Belakang: Geng Motor Jadi Ancaman Nyata
Fenomena geng motor di Jambi bukanlah hal baru, namun intensitas aksinya meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Aksi-aksi seperti tawuran, pencurian dengan kekerasan, hingga penganiayaan seringkali melibatkan remaja usia sekolah. Data dari Polda Jambi menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025 tercatat lebih dari 50 kasus kriminal yang melibatkan geng motor, dengan korban tidak hanya dari kalangan remaja tetapi juga masyarakat umum. Hal ini mendorong pemerintah daerah dan kepolisian untuk mengambil langkah lebih terkoordinasi.
Isi Rakor: Sinergi dan Pencegahan Jadi Prioritas
Dalam arahannya, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar menegaskan bahwa penanganan geng motor tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan represif. “Penegakan hukum tetap penting, tetapi upaya pencegahan harus diperkuat melalui pembinaan, edukasi, serta pengawasan dari keluarga, sekolah, dan masyarakat,” ujarnya. Ia juga menekankan perlunya keterlibatan aktif orang tua dan guru dalam memantau pergaulan anak-anak remaja.
Gubernur Jambi Al Haris dalam sambutannya mengajak seluruh pemerintah daerah untuk meningkatkan langkah pencegahan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. “Keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama. Tidak bisa hanya diserahkan kepada aparat. Semua pihak harus berperan aktif,” tegas Gubernur. Ia mencontohkan program-program seperti pembentukan posko keamanan lingkungan dan patroli bersama yang melibatkan tokoh masyarakat dan pemuda.
Komitmen Kabupaten Muaro Jambi
Usai mengikuti rakor, Wakil Bupati Muaro Jambi Junaidi H. Mahir menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi terhadap langkah-langkah strategis yang disepakati. Menurutnya, keterlibatan aparat keamanan, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, hingga orang tua menjadi faktor penting dalam mencegah berkembangnya geng motor. “Kami akan segera mengadakan rapat lanjutan dengan jajaran Forkopimda Kabupaten Muaro Jambi untuk menyusun rencana aksi konkret,” ungkap Junaidi.
Ia juga menyoroti pentingnya peran keluarga sebagai benteng pertama. “Orang tua harus lebih aware terhadap aktivitas anak-anaknya, terutama di malam hari. Jangan sampai anak-anak kita terjerumus ke dalam geng motor karena kurangnya pengawasan,” tambahnya.
Strategi Penanggulangan yang Disepakati
Rakor tersebut menghasilkan beberapa strategi kunci yang akan diimplementasikan secara bertahap. Berikut adalah poin-poin utama yang disepakati:
- Peningkatan patroli gabungan di titik-titik rawan, terutama pada malam hari dan akhir pekan.
- Pembentukan satuan tugas (satgas) anti-geng motor di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
- Program pembinaan dan penyuluhan di sekolah-sekolah tentang bahaya geng motor dan kenakalan remaja.
- Pelibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam kampanye anti-geng motor.
- Pemanfaatan media sosial untuk edukasi dan pelaporan dini aktivitas geng motor.
Selain itu, data terbaru mengenai kasus geng motor di Provinsi Jambi disajikan dalam tabel berikut untuk memberikan gambaran yang lebih jelas:
| Kabupaten/Kota | Jumlah Kasus (2025) | Jumlah Tersangka | Jumlah Korban |
|---|---|---|---|
| Kota Jambi | 22 | 45 | 18 |
| Muaro Jambi | 8 | 15 | 6 |
| Batanghari | 10 | 20 | 9 |
| Lainnya | 15 | 30 | 12 |
Sumber: Data Polda Jambi (per Desember 2025)
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat
Keberadaan geng motor tidak hanya mengancam keselamatan fisik, tetapi juga menimbulkan keresahan psikologis di masyarakat. Banyak warga yang merasa takut untuk beraktivitas di malam hari, terutama di daerah yang rawan. Dari sisi ekonomi, aksi geng motor dapat menurunkan minat investasi dan pariwisata karena citra keamanan yang buruk. Oleh karena itu, upaya penanggulangan yang komprehensif diharapkan mampu memulihkan rasa aman dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain itu, implikasi sosial juga perlu diperhatikan. Remaja yang terlibat geng motor seringkali putus sekolah dan sulit kembali ke jalur pendidikan. Oleh karena itu, program rehabilitasi dan pembinaan bagi mantan anggota geng motor menjadi penting agar mereka dapat kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan dan mental yang positif.
Peran Serta Masyarakat
Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek dalam penanggulangan geng motor. Pelaporan dini kepada aparat, pengawasan lingkungan, dan pembentukan forum-forum diskusi remaja yang positif adalah langkah-langkah konkret yang bisa dilakukan. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta. Jangan ragu melapor jika melihat aktivitas mencurigakan,” imbau Kapolda Jambi.
Penutup
Rakor ini menjadi momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Jambi untuk menyatukan visi dan langkah dalam memberantas geng motor. Dengan komitmen yang kuat dari pemerintah daerah, kepolisian, TNI, dan masyarakat, diharapkan aksi geng motor dapat ditekan secara signifikan. Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi H. Mahir, optimis bahwa melalui sinergi yang solid, Kabupaten Muaro Jambi khususnya, dan Provinsi Jambi pada umumnya, akan mampu menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh warganya. “Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga Jambi dari ancaman geng motor,” pungkasnya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









