Ditjenpas Jatim Kunjungi SAE Rutan Situbondo, Dorong Pembinaan Warga Binaan Berbasis Kemandirian
Suara Pecari, Situbondo – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan warga binaan melalui kunjungan kerja ke Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rutan Kelas IIB Situbondo. Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jatim, Kusnali, secara langsung meninjau lokasi SAE yang berada di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, pada Senin, 6 Juli 2026. Kunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pengawasan dan dukungan terhadap program pembinaan yang berorientasi pada kemandirian dan produktivitas.
Latar Belakang Kunjungan
Kunjungan Kusnali ke SAE Rutan Situbondo merupakan bagian dari agenda rutin monitoring dan evaluasi program pembinaan di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Jawa Timur. Sebelumnya, Kusnali juga menyempatkan diri untuk meninjau langsung kondisi Rutan Situbondo dan berdialog dengan jajaran pegawai. Kepala Rutan Kelas IIB Situbondo, Suwono, menjelaskan bahwa kehadiran Kakanwil disambut antusias oleh seluruh petugas dan warga binaan. “Setelah berkunjung ke Rutan Situbondo, Bapak Kusnali melanjutkan kunjungannya ke lokasi Sarana Asimilasi dan Edukasi di Kecamatan Arjasa,” ujar Suwono kepada RRI.
Kegiatan di SAE Arjasa
Di lokasi SAE, Kusnali meninjau berbagai kegiatan pembinaan kemandirian yang dijalankan oleh warga binaan. Beberapa di antaranya meliputi pemanfaatan lahan untuk pertanian, peternakan, dan keterampilan vokasional seperti pertukangan, menjahit, serta budidaya ikan. Suwono menjelaskan bahwa SAE merupakan media strategis untuk meningkatkan keterampilan, menanamkan etos kerja, serta mempersiapkan warga binaan agar memiliki bekal yang bermanfaat ketika kembali ke tengah masyarakat. “SAE ini merupakan media untuk meningkatkan keterampilan, menanamkan etos kerja, serta mempersiapkan warga binaan agar punya bekal yang bermanfaat ketika kembali ke tengah masyarakat,” ungkap Suwono.
Berikut adalah beberapa jenis program pembinaan yang berjalan di SAE Rutan Situbondo:
| Bidang Pembinaan | Jenis Kegiatan | Jumlah Peserta |
|---|---|---|
| Pertanian | Budidaya sayuran, tanaman obat | 15 orang |
| Peternakan | Ternak ayam, kambing | 10 orang |
| Keterampilan | Menjahit, pertukangan, kerajinan | 20 orang |
| Perikanan | Budidaya lele, nila | 8 orang |
Apresiasi dan Arahan Kakanwil
Kusnali memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Rutan Situbondo atas pengelolaan SAE yang dinilai baik. Menurutnya, SAE bukan hanya sekadar sarana pembinaan, tetapi juga mencerminkan komitmen pemasyarakatan dalam membangun warga binaan menjadi pribadi yang lebih mandiri, bertanggung jawab, dan siap berkontribusi positif bagi lingkungan. “SAE tidak hanya menjadi sarana pembinaan, tetapi juga mencerminkan komitmen pemasyarakatan dalam membangun warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih mandiri, bertanggung jawab, dan siap berkontribusi secara positif bagi lingkungan sekitarnya,” ungkapnya.
Selain itu, Kusnali mendorong agar inovasi yang telah dikembangkan di SAE terus berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya sinergi dengan masyarakat dan pemerintah daerah setempat. “Perkuat sinergi dengan masyarakat dan pemerintah daerah sehingga program pembinaan di lokasi SAE ini bisa memberi manfaat yang semakin luas dan berkelanjutan,” tegasnya.
Dampak dan Implikasi Program SAE
Program SAE yang dijalankan Rutan Situbondo memiliki dampak signifikan, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi masyarakat sekitar. Beberapa dampak positif yang telah dirasakan antara lain:
- Peningkatan Keterampilan: Warga binaan memperoleh keterampilan praktis yang dapat digunakan setelah bebas, seperti bertani, beternak, dan menjahit.
- Pengurangan Residivisme: Dengan bekal keterampilan dan etos kerja, warga binaan diharapkan tidak kembali ke jalur kriminal.
- Pemberdayaan Ekonomi: Hasil dari kegiatan SAE, seperti sayuran dan ikan, dapat dijual atau dikonsumsi sendiri, mengurangi beban anggaran rutan.
- Penerimaan Masyarakat: Masyarakat sekitar mulai menerima keberadaan warga binaan yang produktif, sehingga mengurangi stigma negatif.
Implikasi jangka panjang dari program ini adalah terciptanya sistem pemasyarakatan yang lebih humanis dan produktif. Jika diadopsi secara luas, SAE dapat menjadi model pembinaan nasional yang mengurangi angka residivisme dan meningkatkan kesejahteraan mantan narapidana.
Kronologi Kunjungan
Berikut kronologi kunjungan Kakanwil Ditjenpas Jatim ke Rutan Situbondo dan SAE Arjasa:
- Senin, 6 Juli 2026, 08.00 WIB: Kusnali tiba di Rutan Kelas IIB Situbondo, disambut oleh Kepala Rutan Suwono dan jajaran.
- 08.30 WIB: Kusnali melakukan inspeksi ke beberapa blok hunian, dapur, dan fasilitas kesehatan rutan.
- 09.30 WIB: Berdialog dengan pegawai dan warga binaan, mendengarkan aspirasi dan kendala yang dihadapi.
- 10.30 WIB: Bertolak ke lokasi SAE di Kecamatan Arjasa, sekitar 15 km dari rutan.
- 11.00 WIB: Meninjau langsung kegiatan pembinaan kemandirian, termasuk lahan pertanian, peternakan, dan bengkel kerja.
- 12.00 WIB: Memberikan arahan dan motivasi kepada warga binaan dan petugas, menekankan pentingnya integritas dan inovasi.
Pesan Kakanwil: Integritas, Disiplin, dan Inovasi
Di akhir kunjungan, Kusnali mengajak seluruh jajaran Rutan Situbondo untuk terus menjaga semangat pengabdian dan profesionalisme. Ia mengingatkan agar pembinaan dijadikan prioritas utama, serta memberikan pelayanan terbaik kepada warga binaan. “Ingat, kedepankan integritas, disiplin, serta semangat untuk terus berinovasi. SAE harus menjadi bukti bahwa pemasyarakatan mampu membina warga binaan menjadi produktif, mandiri, dan siap menjadi bagian di tengah masyarakat,” ucap Kusnali.
Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi Rutan Situbondo untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan. Dengan dukungan penuh dari Ditjenpas Jatim, SAE diharapkan tidak hanya menjadi program lokal, tetapi juga dapat direplikasi di UPT lain di seluruh Indonesia. Langkah ini sejalan dengan visi pemasyarakatan modern yang mengedepankan reintegrasi sosial dan pemberdayaan ekonomi warga binaan.
Semangat yang ditularkan oleh Kusnali diharapkan mampu memicu inovasi-inovasi baru di bidang pembinaan. Rutan Situbondo kini memiliki tanggung jawab untuk menjadi percontohan bagi UPT lain dalam mengelola SAE. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan warga binaan, program SAE bukan sekadar tempat pembinaan, melainkan jembatan menuju masa depan yang lebih baik bagi para mantan narapidana.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










