Pejabat AIFF Keukeuh Timnas India Hadapi Brasil ketimbang Ikut FIFA ASEAN Cup di Tengah Isu Dana Besar
Suara Pecari – Federasi Sepak Bola India (AIFF) memastikan tetap melanjutkan rencana pertandingan persahabatan antara Timnas India dan Brasil yang dijadwalkan pada 3 Oktober 2026, meskipun mendapat sorotan terkait besarnya biaya yang harus dikeluarkan. Keputusan ini diambil ketimbang mengikuti ajang FIFA ASEAN Cup 2026 yang digelar di Asia Tenggara.
Kontroversi Biaya Pertandingan
Mantan kapten Timnas India, Bhaichung Bhutia, mengkritik langkah AIFF dengan menyatakan bahwa federasi harus mengeluarkan dana sekitar Rs 50 crore hingga Rs 70 crore (sekitar Rp100-140 miliar) untuk menggelar pertandingan melawan Brasil. Bhutia menilai bahwa pengeluaran besar ini tidak tepat, terutama ketika klub-klub sepak bola tengah berjuang untuk bertahan secara finansial.
Namun, seorang pejabat senior AIFF menantang klaim tersebut dan meminta Bhutia untuk memberikan bukti atas pernyataannya. Pejabat ini juga menyoroti bahwa Bhutia tidak menghadiri rapat resmi AIFF dan menyebarkan klaim tersebut ke media tanpa dasar yang jelas.
Alasan AIFF Memilih Brasil daripada FIFA ASEAN Cup
Pejabat AIFF menegaskan bahwa pertandingan melawan Brasil memiliki nilai yang berbeda dibandingkan dengan pertandingan melawan negara-negara Asia Tenggara seperti Singapura atau Malaysia. Brasil, sebagai juara dunia lima kali, merupakan lawan yang sangat prestisius dan kesempatan langka bagi Timnas India untuk menghadapi tim sekelas Selecao.
“Negara mana pun pasti ingin mendapatkan kesempatan bermain melawan tim seperti Brasil. India bisa menghadapi Singapura atau Malaysia di kesempatan lain, tetapi seberapa sering India mendapat peluang menghadapi Brasil?” ujar pejabat tersebut.
Respons Bhaichung Bhutia
Bhaichung Bhutia menyatakan bahwa ia tidak menentang pertandingan melawan Brasil secara keseluruhan, melainkan keberatan dengan waktu dan prioritas pengeluaran dana yang sangat besar. Menurutnya, pertandingan persahabatan melawan tim besar memang memberikan pengalaman berharga bagi pemain dan penggemar, tetapi dalam kondisi saat ini, pengeluaran dana besar perlu dipertimbangkan dengan matang.
Konteks Sejarah dan Politik Internal AIFF
Pejabat AIFF juga menyinggung bahwa pernyataan Bhutia mungkin dipengaruhi oleh dinamika politik internal dalam federasi, khususnya menjelang pemilihan presiden AIFF. Contoh yang disebutkan adalah pertandingan perpisahan Bhutia melawan Bayern Munchen pada Januari 2012, yang juga melibatkan pengeluaran besar.
FIFA ASEAN Cup dan Posisi India
Keputusan AIFF untuk tidak mengikuti FIFA ASEAN Cup 2026 membuka peluang bagi negara lain, seperti Bangladesh, untuk menggantikan posisi India dalam turnamen tersebut. FIFA ASEAN Cup merupakan kompetisi yang melibatkan negara-negara Asia Tenggara dan sekitarnya, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Kesimpulan
Keputusan AIFF untuk memilih pertandingan persahabatan melawan Brasil ketimbang ikut FIFA ASEAN Cup 2026 menimbulkan perdebatan, terutama terkait isu biaya besar yang dikeluarkan. Meskipun begitu, AIFF mempertahankan bahwa kesempatan menghadapi Brasil merupakan pengalaman berharga yang tidak bisa digantikan oleh pertandingan melawan negara-negara Asia Tenggara. Sementara itu, kritik dari Bhutia menyoroti pentingnya prioritas pengeluaran dana dalam pengelolaan sepak bola nasional di tengah tantangan finansial klub-klub lokal.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










