Profil Kombes Andi Kirana dan Kronologi Remaja 16 Tahun Korban Polisi Gadungan di Medan
Suara Pecari, Medan – Kombes Pol Andi Kirana, Kapolresta Banda Aceh, tengah menjadi sorotan setelah menjalani pemeriksaan di Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri terkait dugaan penyalahgunaan narkoba. Sementara itu, di Kota Medan, seorang remaja berinisial SRA (16) menjadi korban modus polisi gadungan yang melakukan pelecehan dan pencurian ponsel.
Profil Kombes Pol Andi Kirana
Kombes Pol Andi Kirana memimpin Polresta Banda Aceh dan sempat menjalani pemeriksaan di Mabes Polri bersama Kasat Reserse Narkoba Polresta Banda Aceh, AKP Muhammad Jabir. Pemeriksaan ini dilakukan pada 5 Agustus 2026 oleh Divisi Propam Polri. Hingga kini, Mabes Polri belum memberikan keterangan resmi mengenai kasus yang menjerat keduanya.
Pemeriksaan ini menarik perhatian publik karena belum ada penjelasan resmi terkait dugaan kasus penyalahgunaan narkoba yang menjadi latar belakang pemeriksaan tersebut. Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Joko Krisdiyanto, mengonfirmasi adanya pemeriksaan tersebut namun tidak merinci isi pemeriksaan.
Kronologi Remaja 16 Tahun Jadi Korban Polisi Gadungan di Medan
SRA, remaja berusia 16 tahun di Medan, menjadi korban modus polisi gadungan yang tidak hanya melecehkannya tetapi juga mencuri ponselnya. Kejadian berlangsung pada Kamis, 13 Agustus 2026, sekitar pukul 19.00 WIB di daerah Pasar Melati, Medan.
Menurut keterangan Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Medan, Iptu Ramadhani Bimo Setiadi, korban sedang dibonceng oleh temannya saat seorang pria bernama David Hendra (40) memberhentikan mereka. David awalnya menanyakan arah ke PDAM Tirtanadi, lalu mengaku sebagai polisi dan menanyakan alasan mereka tidak memakai helm serta menanyakan SIM.
David kemudian menyuruh SRA turun dari sepeda motor temannya dan pindah ke sepeda motornya sendiri, sementara teman SRA diminta memutari lampu merah. David membawa SRA ke Jalan Ringroad hingga Ngumban Surbakti, memaksa SRA untuk menyerahkan ponselnya agar tidak bisa berkomunikasi dengan temannya. Akibatnya, teman SRA kehilangan jejak korban.
Implikasi dan Penanganan Kasus
Kejadian di Medan ini menunjukkan modus baru yang mengancam keselamatan remaja dan masyarakat. Pelaku yang mengaku polisi memanfaatkan posisi tersebut untuk melakukan kejahatan. Pihak kepolisian Polrestabes Medan tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menangkap pelaku dan mengusut tuntas kasus ini.
Sementara itu, pemeriksaan Kombes Pol Andi Kirana oleh Propam Polri terkait dugaan penyalahgunaan narkoba masih menunggu hasil resmi. Masyarakat berharap transparansi dan kejelasan agar kepercayaan terhadap institusi kepolisian tetap terjaga.
Kedua peristiwa ini menjadi perhatian penting dalam upaya memastikan keamanan dan integritas kepolisian di Indonesia. Langkah penegakan hukum yang tegas dan transparan sangat diperlukan untuk menjaga kepercayaan publik serta melindungi masyarakat dari praktik kejahatan yang merugikan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.








