NTT Kembali Diguncang Gempa M 5,7 pada Rabu Malam, Ini Informasinya

NTT Kembali Diguncang Gempa M 5,7 pada Rabu Malam, Ini Informasinya

Suara Pecari, Nusa Tenggara Timur – Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mengalami gempa bumi dengan magnitudo 5,7 pada Rabu malam, 19 Agustus 2026, pukul 23.17 WIB. Gempa ini berpusat di darat, tepatnya di wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.

Gempa dengan kekuatan tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami, namun guncangannya dirasakan cukup luas di beberapa kabupaten sekitar. Intensitas guncangan mencapai skala III hingga IV MMI dan terasa di Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Nagekeo, serta Sumba Timur.

Aktivitas Gempa Susulan Masih Berlangsung

Gempa M5,7 tersebut merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan yang masih berlangsung di zona tektonik Flores Back-Arc setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Hingga tanggal 19 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 3.055 gempa susulan dengan magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1,1. Dari jumlah tersebut, sebanyak 88 kejadian gempa susulan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa aktivitas gempa susulan pascagempa besar ini diperkirakan masih akan berlangsung selama tiga hingga empat minggu ke depan sebelum berangsur mereda. Hal ini dikarenakan besarnya magnitudo gempa utama yang mencapai 7,7.

Imbauan Keselamatan untuk Masyarakat

BMKG mengimbau masyarakat di Pulau Flores dan sekitarnya untuk tetap waspada terhadap gempa susulan yang masih berpotensi terjadi. Warga diharap tidak menempati bangunan atau rumah yang mengalami retakan struktural atau sudah dinyatakan tidak aman. Ini penting untuk menghindari risiko robohnya bangunan akibat guncangan lanjutan.

Selain itu, masyarakat diminta untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh isu atau informasi yang tidak jelas sumbernya, serta selalu memperbarui informasi resmi dari BMKG melalui aplikasi dan kanal komunikasi yang terverifikasi.

Dampak dan Kondisi Terkini

Gempa dengan magnitudo 5,7 ini juga dirasakan di wilayah lain seperti Ende, Nagekeo, Manggarai Barat, Sumba Timur, dan Sikka. Intensitas guncangan di Manggarai bahkan mencapai V-VI MMI, menunjukkan kekuatan getaran yang cukup signifikan. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau kerusakan parah akibat gempa tersebut. Namun, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.

BMKG terus memantau aktivitas kegempaan secara real-time dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat di wilayah terdampak maupun lokasi pengungsian untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan yang masih dapat terjadi.

Dengan meningkatnya kewaspadaan dan kepatuhan terhadap imbauan keselamatan, diharapkan risiko yang ditimbulkan oleh gempa susulan dapat diminimalisasi dan masyarakat dapat menjalani aktivitas dengan aman.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *