Bertemu Zulhas, Petani Banyuwangi Curhat Tekait Infrastruktur Hingga Sedimentasi Sungai
Suara Pecari, Banyuwangi – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi pada 20 Agustus 2026 untuk menyerap aspirasi petani terkait infrastruktur pertanian dan sedimentasi sungai.
Dialog Langsung dengan Petani Banyuwangi
Kunjungan Zulhas yang berlangsung di Dam Karangdoro, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, dihadiri ratusan petani anggota Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) dari seluruh Banyuwangi. Dalam acara yang bertajuk Jagongan Petani Guyub Rukun, Zulhas bersama Tenaga Ahli Ketahanan Pangan dan Infrastruktur Pendukung Pertanian, Guntur Priambodo, serta Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, melakukan dialog dua arah untuk menampung keluhan dan aspirasi petani.
Aspirasi Petani tentang Infrastruktur Irigasi
Petani asal Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, bernama Dianto menyampaikan masalah saluran irigasi yang sangat terbatas saat musim kemarau panjang. Saluran air darurat yang mengandalkan paralon sudah digunakan selama lima tahun dan berdampak pada pembagian air sawah yang hanya tersedia dari pukul 05.00 sampai 19.00 WIB.
Ketua Gabungan HIPPA Pesanggaran, Murtadho, menambahkan usulan normalisasi saluran irigasi sekunder yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi lumpur sehingga menghambat pasokan air ke lahan pertanian.
Usulan Sistem Swakelola untuk Pembangunan Irigasi
Selain perbaikan infrastruktur, para petani juga mengusulkan agar proyek pembangunan saluran air pertanian selanjutnya dilaksanakan dengan sistem swakelola masyarakat atau padat karya. Menurut Tain, anggota HIPPA dari Tegalsari, sistem ini dianggap lebih kuat dan tahan lama karena langsung dikerjakan oleh petani sendiri, bukan oleh pihak ketiga.
Respons dan Komitmen Menteri Zulhas
Menteri Zulkifli Hasan merespon aspirasi tersebut dengan meminta pemerintah daerah menyampaikan surat resmi berisi usulan-usulan petani ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU) serta tembusan ke Kemenko Pangan agar perbaikan infrastruktur irigasi dapat segera ditindaklanjuti.
Zulhas menegaskan akan mengawal langsung aspirasi petani di tingkat pusat. Ia juga menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan agar masalah irigasi yang rusak dapat diperbaiki dengan cepat demi kesejahteraan petani.
Program Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
Dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional, pemerintah pusat berkomitmen tidak lagi melakukan impor beras. Penguatan ini akan didukung melalui optimalisasi peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang mulai beroperasi pada akhir September 2026. Koperasi ini akan mengamankan harga gabah minimal Rp6.500 per kilogram, menyalurkan bantuan pupuk, alat dan mesin pertanian, serta menyediakan fasilitas cold storage untuk mendukung petani.
Zulkifli Hasan menegaskan bahwa kesejahteraan petani menjadi prioritas pemerintah. “Kita bisa makan kalau ada petaninya sehat, petaninya makmur. Yang maju dan dapat nikmat harus petani Indonesia,” ujarnya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










