UMY Kirim 100 Family Kit dan 20 Tenda untuk Korban Gempa NTT
Suara Pecari, Yogyakarta – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengirimkan bantuan berupa 100 paket Family Kit dan 20 unit tenda untuk masyarakat serta mahasiswa yang terdampak gempa di Manggarai Barat dan Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis pada Senin pagi, 17 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di UMY.
Bantuan untuk Korban Gempa dan Mahasiswa KKN
Bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk masyarakat yang terdampak gempa, tetapi juga untuk 61 mahasiswa UMY beserta dua dosen pembimbing lapangan yang tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah terdampak. Wakil Rektor UMY Bidang Sumber Daya, Dyah Mutiarin, menyatakan bahwa keselamatan dan keamanan mahasiswa menjadi prioritas utama selama mereka berada di lokasi bencana.
Jenis Bantuan yang Diberikan
Bantuan yang disalurkan berupa terpal tenda, selimut, paket sembako, obat-obatan, peralatan mandi, serta kebutuhan logistik lain yang mendesak. Bantuan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan kelompok rentan, seperti perempuan dan anak-anak, khususnya bayi.
Respons Cepat dan Koordinasi Lapangan
Pengiriman bantuan ini merupakan lanjutan dari respons darurat UMY setelah gempa mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Sehari sebelumnya, UMY telah menyalurkan dana sebesar Rp20 juta yang digunakan untuk pembelian kebutuhan logistik dari kios-kios milik warga setempat agar kebutuhan mendesak dapat segera terpenuhi tanpa menunggu pasokan dari luar wilayah terdampak.
Selain pengiriman bantuan fisik, UMY juga menurunkan tim awal yang terdiri dari dua orang untuk mendukung distribusi bantuan sekaligus melakukan mitigasi dan observasi kebutuhan di lapangan. Tim ini bergerak melalui Surabaya dan Labuan Bajo menuju Manggarai Barat dan Manggarai Timur.
Peran Mahasiswa KKN dalam Penanganan Pascagempa
Mahasiswa KKN UMY yang berada di lokasi terdampak turut membantu masyarakat dengan mendirikan posko bantuan dan menyalurkan donasi dari pihak luar. Kondisi mental mahasiswa dilaporkan cukup sehat, dan mereka aktif berkontribusi dalam penanganan pascagempa.
Koordinasi dengan LazisMu dan MDMC
Penanganan bantuan dilakukan secara terkoordinasi melalui LazisMu UMY, LazisMu Pusat, dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) untuk memetakan kebutuhan secara akurat dan memastikan bantuan selanjutnya dapat disalurkan sesuai kondisi di lapangan. LazisMu UMY juga membuka donasi publik untuk menghimpun dukungan bagi masyarakat terdampak gempa di NTT.
Komitmen Lanjutan dari UMY
UMY berkomitmen untuk terus melanjutkan bantuan bagi masyarakat dan mahasiswa KKN di Manggarai Barat dan Manggarai Timur. Hasil pemantauan dari tim lapangan akan menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan dan bentuk bantuan pada tahap berikutnya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










