Pasca Pintu Masuk Pelabuhan Ketapang Diblokir, Ini Kesepakatan ASDP dan Perwakilan Sopir Truk

Pasca Pintu Masuk Pelabuhan Ketapang Diblokir, Ini Kesepakatan ASDP dan Perwakilan Sopir Truk

Suara Pecari, Banyuwangi – Pemblokiran pintu masuk Pelabuhan Ketapang oleh puluhan sopir truk logistik pada Kamis, 3 September 2026, berakhir dengan kesepakatan bersama antara PT ASDP Indonesia Ferry dan perwakilan sopir truk. Aksi protes ini dipicu oleh kemacetan parah di jalur menuju pelabuhan yang berlangsung selama sepekan terakhir.

Kesepakatan untuk Kelancaran Operasional

Dalam pertemuan yang melibatkan ASDP, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), asosiasi pelayaran, serta stakeholder terkait, disepakati langkah-langkah strategis untuk mengoptimalkan kapasitas kapal dan mempercepat proses pelayanan di pelabuhan. Media Syahrianto, General Manager PT ASDP Cabang Ketapang, menyatakan bahwa seluruh pihak berkomitmen mendukung kelancaran layanan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan pelayaran.

Pola Operasional yang Disepakati

  • Kendaraan dengan berat di bawah 30 ton diarahkan menggunakan kapal motor (MV) yang tersedia.
  • Kendaraan dengan berat lebih dari 30 ton akan menggunakan kapal LCM dan MB IV.
  • BPTD dan ASDP akan menambah kapal TBB di lintasan Ketapang-Gilimanuk untuk mengurai antrean.

Komitmen Para Pihak

Perwakilan sopir truk berkomitmen mengikuti arahan petugas dalam proses pemuatan kapal agar operasional berjalan lancar. KSOP juga berjanji mempercepat penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dengan tetap mengedepankan keselamatan. Asosiasi pelayaran menyokong optimalisasi trip dan kapasitas muatan kapal.

Dengan adanya kesepakatan ini, penutupan akses menuju Pelabuhan Ketapang yang sempat terjadi dapat dihentikan. Akses kembali dibuka pada pukul 17.15 WIB pada hari yang sama.

Dampak dan Upaya Berkelanjutan

Penambahan kapal dan pengaturan pola operasional bertujuan mengurai antrean kendaraan secara bertahap dan menjaga kelancaran penyeberangan. ASDP menegaskan komitmen untuk terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder agar operasional penyeberangan tetap aman dan nyaman bagi pengguna jasa.

Langkah ini penting mengingat Pelabuhan Ketapang merupakan titik vital bagi transportasi darat dan penyeberangan di wilayah Banyuwangi, yang berperan besar dalam aktivitas logistik dan pergerakan masyarakat antara Pulau Jawa dan Bali.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *