Efisiensi Anggaran: BGN Kantin Sekolah Bisa Jadi Alternatif Dapur MBG LPP RRI
Suara Pecari | Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) terus berinovasi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada. Kepala BGN, Nanik S Deyang, mengungkapkan bahwa kantin sekolah dapat menjadi alternatif dapur untuk program MBG. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi efisiensi anggaran, terutama di daerah dengan jumlah penerima manfaat yang terbatas. Konsep BGN Kantin Sekolah Bisa Jadi Alternatif Dapur MBG LPP RRI ini diharapkan mampu memperluas jangkauan program tanpa harus membangun dapur baru di setiap lokasi.
Selain kantin sekolah, BGN juga membuka peluang penggunaan dapur umum yang dibangun melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Contohnya, di sebuah pulau di Raja Ampat dengan sekitar 115 siswa, terdapat dapur umum dari CSR Pertamina yang dapat dimanfaatkan. “Nah, kita bisa gunakan juga. Jadi ada alternatif-alternatif, tidak harus membangun dapur baru di wilayah 3T,” tegas Nanik. Dengan demikian, BGN Kantin Sekolah Bisa Jadi Alternatif Dapur MBG LPP RRI menjadi solusi cerdas untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada.
Program MBG sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk menyediakan makanan bergizi bagi siswa di seluruh Indonesia. Namun, keterbatasan anggaran sering menjadi kendala. Dengan memanfaatkan kantin sekolah dan fasilitas CSR, BGN berupaya mengurangi ketergantungan pada APBN. “Ini bagian efisiensi supaya tidak semuanya menggunakan APBN,” kata Nanik. Strategi ini sejalan dengan prinsip efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan program nasional.
Nanik juga menanggapi isu mengenai sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang disebut menghentikan layanan akibat dana operasional belum cair. Ia membantah informasi tersebut dan menyatakan bahwa pencairan dana telah dilakukan secara bertahap. “Jumat itu sudah dicairkan. Yang Senin ini juga dicairkan. Tadi kalau tidak salah kami dapat laporan Rp5 triliun yang dicairkan hari ini, jadi tidak ada masalah, ini masalah teknis saja,” jelasnya. Hal ini menunjukkan komitmen BGN untuk memastikan kelancaran program.
Penerapan konsep BGN Kantin Sekolah Bisa Jadi Alternatif Dapur MBG LPP RRI diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di berbagai daerah. Dengan memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada, program MBG dapat berjalan lebih efisien dan tepat sasaran. Ke depannya, BGN akan terus mengidentifikasi potensi lokal untuk mendukung program ini, termasuk menggandeng sektor swasta melalui CSR.
Kesimpulannya, inovasi pemanfaatan kantin sekolah sebagai alternatif dapur MBG merupakan langkah strategis dalam mengoptimalkan anggaran dan memperluas cakupan program. Dengan dukungan berbagai pihak, BGN optimistis program ini dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, terutama di daerah terpencil. BGN Kantin Sekolah Bisa Jadi Alternatif Dapur MBG LPP RRI menjadi bukti bahwa kreativitas dan efisiensi dapat berjalan beriringan dalam pelayanan publik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.








