Kakanwil Kemenkum Riau Rudy Hendra Pakpahan Pastikan Target WBBM 2026 Tercapai

Kakanwil Kemenkum Riau Rudy Hendra Pakpahan Pastikan Target WBBM 2026 Tercapai

Suara Pecari, Pekanbaru – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Riau kembali menunjukkan keseriusannya dalam mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani. Melalui Apel Senin Pagi yang digelar pada 13 Juli 2026, Kepala Kanwil Rudy Hendra Pakpahan menegaskan bahwa target predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada tahun 2026 harus tercapai. Apel yang berlangsung di Lapangan Upacara Kanwil tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat komitmen, sinergi, dan persiapan menuju WBBM.

Apel Pagi sebagai Momentum Penguatan Integritas

Apel Senin Pagi merupakan kegiatan rutin yang telah menjadi tradisi di lingkungan Kanwil Kemenkum Riau. Namun, apel kali ini memiliki bobot lebih karena dihadiri langsung oleh Kepala Kanwil Rudy Hendra Pakpahan dan dipimpin oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Febri Mujiono, sebagai pembina apel. Seluruh jajaran Kanwil, mulai dari pejabat struktural hingga staf, hadir dengan penuh disiplin. Suasana khidmat dan tertib mencerminkan kesiapan mental dan fisik dalam mengemban tugas pelayanan publik.

Dalam amanatnya, Febri Mujiono menekankan beberapa poin krusial yang menjadi fokus utama dalam persiapan WBBM. Pertama, penyelesaian seluruh kelengkapan berkas inovasi yang menjadi syarat evaluasi. Kedua, persiapan paparan pembangunan Zona Integritas yang harus optimal dari segi substansi, data dukung, dan penguasaan materi. Hal ini menunjukkan bahwa Kanwil tidak hanya sekadar formalitas, tetapi benar-benar mempersiapkan secara matang seluruh aspek yang dinilai oleh tim evaluator.

Komitmen Kepala Kanwil: Kerja Sama, Koordinasi, dan Konsistensi

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Riau, Rudy Hendra Pakpahan, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kedisiplinan dan komitmen seluruh jajaran. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pencapaian predikat WBBM bukanlah tujuan akhir, melainkan alat untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. “Saya tekankan pentingnya kerja sama, koordinasi, dan konsistensi dalam melaksanakan tugas agar pelayanan publik di Kanwil Kemenkum Riau semakin prima dan birokrasi berjalan berintegritas,” ujarnya dengan tegas.

Pernyataan tersebut mencerminkan filosofi kepemimpinan yang berorientasi pada hasil dan proses. Rudy Hendra Pakpahan ingin memastikan bahwa setiap pegawai memiliki peran aktif dalam mendukung transformasi birokrasi. Ia juga mengingatkan bahwa WBBM bukan sekadar predikat, melainkan cerminan budaya kerja yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Persiapan Zona Integritas: Inovasi dan Data Dukung

Salah satu aspek penting dalam menuju WBBM adalah pembangunan Zona Integritas (ZI) di setiap unit kerja. Kanwil Kemenkum Riau telah menyusun berbagai inovasi pelayanan yang diharapkan menjadi nilai tambah dalam penilaian. Berikut adalah beberapa inovasi yang telah disiapkan:

NoInovasiDeskripsiStatus
1Layanan Hukum Digital TerintegrasiPlatform online untuk pengajuan izin, konsultasi, dan informasi hukumDalam pengembangan
2Sistem Antrean OnlineMengurangi waktu tunggu dan meningkatkan efisiensiSudah berjalan
3Program Jumat CurhatWadah aspirasi masyarakat secara langsung setiap JumatRutin dilaksanakan

Data dukung yang lengkap dan akurat menjadi kunci keberhasilan paparan ZI. Setiap unit diminta untuk menyiapkan bukti fisik dan digital yang menunjukkan implementasi nyata dari inovasi-inovasi tersebut. Tim evaluasi internal akan melakukan simulasi presentasi dan verifikasi data secara berkala.

Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat dan Birokrasi

Jika target WBBM berhasil diraih, dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat Riau yang membutuhkan layanan hukum. Birokrasi yang bersih dan melayani akan mempercepat proses perizinan, meningkatkan transparansi, dan meminimalisir praktik pungutan liar. Selain itu, predikat WBBM juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Kementerian Hukum. Bagi para pegawai, pencapaian ini akan menjadi kebanggaan dan motivasi untuk terus berinovasi. Di sisi lain, kegagalan mencapai target bisa menjadi evaluasi bagi seluruh jajaran untuk memperbaiki kinerja.

Menurut pengamat kebijakan publik Universitas Riau, Dr. Andi Syahputra, upaya Kanwil Kemenkum Riau ini patut diapresiasi. “Mereka tidak hanya mengejar sertifikasi, tetapi benar-benar membangun sistem yang berkelanjutan. Apel pagi sebagai sarana penguatan karakter adalah langkah tepat,” ujarnya. Namun, ia juga mengingatkan agar inovasi tidak berhenti pada seremonial saja, tetapi harus terintegrasi dalam pelayanan sehari-hari.

Langkah Strategis ke Depan

Ke depan, Kanwil Kemenkum Riau akan terus melakukan pemantapan internal melalui rapat koordinasi rutin, pelatihan, dan pemantauan langsung oleh pimpinan. Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Febri Mujiono, menambahkan bahwa setiap pejabat dan staf harus menguasai materi paparan ZI layaknya tim humas. “Kita harus siap menjawab setiap pertanyaan dari tim evaluator dengan data yang valid,” tegasnya.

Seluruh rangkaian apel pagi menegaskan komitmen Kanwil Kemenkum Riau untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memastikan target WBBM dapat tercapai, dan memperkuat koordinasi internal demi terciptanya birokrasi yang efektif dan transparan. Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, target WBBM 2026 bukanlah sekadar angan, melainkan sebuah keniscayaan yang akan diraih.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *