Bupati Labusel Luncurkan Gerakan JUMPA BERLIAN: Gotong Royong Wujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat
Suara Pecari, Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, secara resmi meluncurkan program JUMPA BERLIAN (Jumat Pagi Bersih Lingkungan) pada Jumat, 17 Juli 2026. Peluncuran program ini menjadi tonggak baru dalam upaya membangun budaya hidup bersih dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Gerakan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh desa dan kelurahan se-Kabupaten Labuhanbatu Selatan, melibatkan pemerintah daerah, perangkat desa dan kelurahan, serta masyarakat yang bergotong royong membersihkan lingkungan di wilayah masing-masing.
Latar Belakang Lahirnya JUMPA BERLIAN
Program JUMPA BERLIAN lahir dari keprihatinan Bupati Fery Sahputra Simatupang terhadap kondisi kebersihan lingkungan di Labusel yang masih memerlukan perhatian serius. Meskipun berbagai program kebersihan telah berjalan, kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan secara mandiri masih perlu ditingkatkan. Melalui gerakan ini, pemerintah ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, dan asri. Bupati menegaskan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.
Pelaksanaan Serentak di Seluruh Wilayah
Pada peluncuran perdana, seluruh desa dan kelurahan di Labusel serentak melaksanakan aksi bersih-bersih. Di Kelurahan Kotapinang, Lurah Kotapinang Nirwan Sentosa bersama para kepala lingkungan se-Kotapinang menunjukkan komitmennya dengan turun langsung mengikuti aksi bersih-bersih yang dipusatkan di Lingkungan Tomutua. Kegiatan ini menjadi bukti nyata dukungan terhadap program yang digagas Bupati. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Saripuddin, juga ikut bergotong royong bersama jajaran pemerintah dan masyarakat. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan penuh terhadap implementasi program JUMPA BERLIAN sebagai gerakan berkelanjutan dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat
Program JUMPA BERLIAN diharapkan membawa dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Labusel. Pertama, secara langsung, lingkungan yang bersih akan mengurangi risiko penyakit berbasis lingkungan seperti demam berdarah, diare, dan infeksi saluran pernapasan. Kedua, budaya gotong royong yang dihidupkan kembali dapat memperkuat ikatan sosial antarwarga. Ketiga, secara estetika, lingkungan yang asri akan meningkatkan kenyamanan dan kebanggaan masyarakat terhadap daerahnya. Dalam jangka panjang, gerakan ini juga berpotensi mendukung sektor pariwisata dan investasi, karena citra daerah yang bersih dan terawat menjadi daya tarik tersendiri.
Jadwal dan Mekanisme Pelaksanaan
Program JUMPA BERLIAN akan dilaksanakan setiap hari Jumat pagi, dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai. Setiap desa dan kelurahan menetapkan titik kumpul dan area yang akan dibersihkan. Berikut adalah jadwal dan lokasi pelaksanaan pada minggu pertama:
| Tanggal | Wilayah | Lokasi Fokus | Penanggung Jawab |
|---|---|---|---|
| 17 Juli 2026 | Kelurahan Kotapinang | Lingkungan Tomutua | Lurah Nirwan Sentosa |
| 24 Juli 2026 | Desa Sosopan | Pasar Tradisional Sosopan | Kepala Desa Sosopan |
| 31 Juli 2026 | Kecamatan Sungai Kanan | Bantaran Sungai Kanan | Camat Sungai Kanan |
Kronologi Peluncuran Program
Berikut adalah kronologi singkat peluncuran program JUMPA BERLIAN:
- 10 Juli 2026: Bupati Fery Sahputra Simatupang mengumumkan rencana program JUMPA BERLIAN dalam rapat koordinasi dengan seluruh camat dan kepala desa/lurah.
- 13 Juli 2026: Sosialisasi program dilakukan melalui media massa dan pertemuan langsung dengan tokoh masyarakat.
- 17 Juli 2026: Peluncuran resmi dan aksi perdana serentak di seluruh Labusel.
- 24 Juli 2026: Aksi kedua dengan fokus di pasar tradisional dan pemukiman padat penduduk.
Harapan dan Target ke Depan
Bupati Fery Sahputra Simatupang menargetkan program JUMPA BERLIAN dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjadi budaya masyarakat. Pemerintah daerah juga akan menyediakan fasilitas pendukung seperti tempat sampah terpilah, alat kebersihan, dan kendaraan pengangkut sampah. Selain itu, akan ada evaluasi berkala untuk mengukur efektivitas program. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Saripuddin, menambahkan bahwa pihaknya akan memberikan penghargaan kepada desa/kelurahan terbersih setiap bulannya sebagai motivasi.
Partisipasi Masyarakat Sangat Dinantikan
Masyarakat menyambut positif program ini. Salah seorang warga Lingkungan Tomutua, Ahmad, mengaku senang karena lingkungannya menjadi lebih bersih dan nyaman. “Ini program yang bagus, semoga terus berlanjut. Kami warga siap mendukung,” ujarnya. Dengan semangat gotong royong yang telah menjadi ciri khas bangsa Indonesia, JUMPA BERLIAN diharapkan mampu mengubah wajah Labuhanbatu Selatan menjadi daerah yang modern, bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Gerakan JUMPA BERLIAN bukan sekadar program seremonial, melainkan sebuah komitmen bersama untuk menjaga lingkungan. Melalui langkah kecil setiap Jumat pagi, diharapkan terbentuk kebiasaan besar yang akan diwariskan kepada generasi mendatang. Labuhanbatu Selatan yang bersih dan asri bukan lagi mimpi, melainkan tujuan yang akan dicapai dengan kerja keras dan kebersamaan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










