Kanwil Kemenkum Bali Perkuat Komitmen Pelayanan Prima, WBBM, dan Ketahanan Keluarga

Kanwil Kemenkum Bali Perkuat Komitmen Pelayanan Prima, WBBM, dan Ketahanan Keluarga

Suara Pecari, Denpasar – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan prima dan membangun birokrasi yang bersih serta melayani. Melalui Apel Pagi Pegawai yang digelar pada Senin, 13 Juli 2026, di lobi depan kantor, seluruh jajaran Kanwil Kemenkum Bali menegaskan kembali tekad untuk mempertahankan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) serta mendukung program strategis Kementerian Hukum, termasuk penguatan ketahanan keluarga.

Apel pagi tersebut dipimpin oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum, I Wayan Redana, dan dihadiri oleh Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum Mustiqo Vitra Ardhiansyah, para pejabat administrator, pejabat fungsional, serta seluruh pegawai di lingkungan Kanwil Kementerian Hukum Bali. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang rutin, tetapi juga sarana untuk memperkuat sinergi dan semangat kerja seluruh aparatur.

Menjaga Predikat WBBM Melalui Pelayanan Berkualitas

Dalam amanatnya, I Wayan Redana menegaskan bahwa predikat WBBM yang telah diraih Kanwil Kemenkum Bali merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran yang harus terus dijaga. Predikat WBBM merupakan penghargaan tertinggi dalam reformasi birokrasi yang diberikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) kepada unit kerja yang berhasil menerapkan prinsip birokrasi bersih dan melayani secara konsisten.

Redana mengingatkan bahwa mempertahankan predikat WBBM bukanlah perkara mudah. Diperlukan peningkatan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan, budaya kerja yang berintegritas, serta inovasi dalam memberikan layanan kepada masyarakat. “Kita harus menjaga kepercayaan masyarakat dengan mempertahankan predikat WBBM melalui pelayanan yang semakin berkualitas, profesional, dan berintegritas,” ujarnya.

Kanwil Kemenkum Bali sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu kantor wilayah dengan pelayanan terbaik di bawah Kementerian Hukum. Beberapa inovasi pelayanan yang telah diterapkan antara lain sistem informasi pelayanan hukum berbasis digital, layanan konsultasi hukum online, serta percepatan proses administrasi. Dengan predikat WBBM, masyarakat dapat menikmati layanan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari pungutan liar.

Dampak Predikat WBBM bagi Masyarakat dan Birokrasi

Predikat WBBM tidak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Masyarakat yang mengakses layanan di Kanwil Kemenkum Bali, seperti pengurusan dokumen hukum, konsultasi peraturan perundang-undangan, atau bantuan hukum, akan merasakan kemudahan, kecepatan, dan kepastian. Selain itu, budaya kerja yang bersih dan melayani juga mendorong peningkatan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.

Dari sisi internal, predikat WBBM mendorong pegawai untuk terus meningkatkan kompetensi dan integritas. Lingkungan kerja yang kondusif dan bebas dari korupsi menciptakan motivasi kerja yang lebih tinggi. Hal ini sejalan dengan visi Kementerian Hukum untuk mewujudkan birokrasi yang profesional, berintegritas, dan berdampak bagi masyarakat.

Kewaspadaan Terhadap Keamanan Lingkungan Kerja

Selain pelayanan, I Wayan Redana juga mengingatkan seluruh pegawai agar senantiasa meningkatkan kepedulian terhadap keamanan, baik di lingkungan kantor maupun rumah dinas. Menurutnya, kewaspadaan merupakan tanggung jawab bersama guna menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan kondusif sehingga pelaksanaan tugas dapat berjalan secara optimal.

Langkah-langkah yang telah dilakukan Kanwil Kemenkum Bali dalam menjaga keamanan antara lain:

  • Pemasangan sistem pengawasan CCTV di area strategis kantor.
  • Penempatan petugas keamanan 24 jam.
  • Sosialisasi prosedur keamanan dan tanggap darurat kepada seluruh pegawai.
  • Peningkatan kesadaran akan keamanan informasi dan data.

Keamanan lingkungan kerja menjadi isu yang semakin penting di tengah meningkatnya ancaman siber dan potensi gangguan keamanan fisik. Dengan kewaspadaan bersama, risiko dapat diminimalkan sehingga pegawai dapat fokus pada tugas pelayanan.

Program Penguatan Ketahanan Keluarga

Pada kesempatan yang sama, Redana menyampaikan bahwa Kementerian Hukum tengah melaksanakan program penguatan ketahanan keluarga bagi pegawai melalui Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak di Sekolah dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah. Program ini bertujuan mendorong keterlibatan aktif seorang ayah dalam pendidikan dan tumbuh kembang anak, sekaligus memperkuat keharmonisan keluarga sebagai fondasi bagi peningkatan kinerja aparatur.

Program ini merupakan bagian dari upaya membangun aparatur yang tidak hanya unggul dalam bekerja, tetapi juga memiliki keluarga yang harmonis. Dengan dukungan keluarga yang kuat, pegawai diharapkan dapat memberikan kinerja terbaik bagi organisasi. “Dukungan terhadap program penguatan ketahanan keluarga merupakan bagian dari upaya membangun aparatur yang tidak hanya unggul dalam bekerja, tetapi juga memiliki keluarga yang harmonis sehingga mampu memberikan kinerja terbaik bagi organisasi,” ujar Redana.

Tabel Program Ketahanan Keluarga Kemenkum

ProgramTujuanSasaran
Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak di SekolahMendorong peran ayah dalam memantau perkembangan pendidikan anakPegawai yang memiliki anak sekolah
Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama SekolahMeningkatkan keterlibatan ayah pada momen penting anakPegawai yang memiliki anak memasuki jenjang sekolah baru

Program-program ini diharapkan dapat mengubah paradigma bahwa tanggung jawab pengasuhan dan pendidikan anak hanya terletak pada ibu. Dengan keterlibatan ayah yang lebih besar, keharmonisan keluarga dapat terjalin lebih baik, yang pada akhirnya berdampak positif pada kinerja pegawai di kantor.

Implikasi bagi Birokrasi dan Masyarakat

Komitmen Kanwil Kemenkum Bali dalam mempertahankan predikat WBBM dan mendukung program ketahanan keluarga memiliki implikasi luas. Pertama, masyarakat akan semakin percaya terhadap pelayanan publik yang bersih dan profesional. Kedua, pegawai yang memiliki keluarga harmonis cenderung lebih produktif dan loyal terhadap institusi. Ketiga, program ketahanan keluarga dapat menjadi contoh bagi instansi lain dalam upaya menyeimbangkan tuntutan pekerjaan dan kehidupan keluarga.

Dalam jangka panjang, birokrasi yang berintegritas dan aparatur yang sejahtera akan mendorong pembangunan nasional yang lebih baik. Kanwil Kemenkum Bali telah menunjukkan bahwa reformasi birokrasi tidak hanya berhenti pada pencapaian predikat, tetapi juga pada upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Penutup Naratif

Apel pagi yang berlangsung khidmat itu menjadi pengingat bahwa pelayanan prima bukan sekadar slogan, melainkan komitmen yang harus diwujudkan setiap hari. Dari lobi depan kantor yang sederhana, I Wayan Redana bersama seluruh jajaran Kanwil Kemenkum Bali menorehkan tekad untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat, menciptakan lingkungan kerja yang aman, dan membangun keluarga yang harmonis. Di tengah tantangan birokrasi yang semakin kompleks, langkah-langkah kecil seperti ini menjadi fondasi kokoh bagi Indonesia yang lebih baik.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *