Tumpeng Sewu Digelar Malam Ini, Warga Osing Kemiren Sibuk Siapkan Pecel Pitik
Suara Pecari |
KabarBaik.co, Banyuwangi – Malam ini, warga Osing Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi akan melaksanakan acara tradisional bernama “Tumpeng Sewu“. Persiapan telah dilakukan sejak pagi, di mana masyarakat terlibat aktif dalam menyiapkan tumpeng dan menu khas, yaitu pecel pitik, yang menjadi sajian utama dalam acara tersebut. Pecel pitik terdiri dari ayam kampung yang dipanggang dan disajikan dengan parutan kelapa yang telah dibumbui secara khusus. Ibu-ibu di desa tersebut tampak sibuk memasak, di mana ayam yang telah dibelek pipih dijepit menggunakan bambu, kemudian diasap di atas tungku dengan bara api sedang selama beberapa jam. Setelah matang, ayam akan disajikan bersama dengan tumpeng yang akan diletakkan di sepanjang jalan desa. Masyarakat kemudian berkumpul untuk berdoa demi keselamatan desa. Ketua Adat Osing Kemiren, Suhaimi, menjelaskan bahwa tradisi ini digelar setiap tahun pada pekan pertama bulan Dzulhijjah dengan tujuan memohon keselamatan untuk desa. Suhaimi menambahkan bahwa tradisi ini telah berlangsung selama ratusan tahun dan dilestarikan oleh generasi sebelumnya sebagai bentuk ikhtiar untuk melindungi desa dari bencana. “Dulu, Tumpeng Sewu dilakukan sebagai bentuk tolak bala ketika desa terkena pagebluk. Warga membuat tumpeng dan berkumpul untuk berdoa bersama meminta keselamatan,” ujarnya. Suhaimi menekankan pentingnya pelestarian tradisi ini, yang tidak hanya berkaitan dengan makan bersama, tetapi juga memperkuat persaudaraan dan gotong royong antarwarga. Dalam rangkaian acara Tumpeng Sewu, terdapat pula ritual mepe kasur, di mana kasur milik warga dijemur sebagai simbol membersihkan diri dan lingkungan sebelum pelaksanaan acara. Acara ini tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya masyarakat, tetapi juga sebagai upaya untuk menjaga warisan budaya yang telah ada sejak lama.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












