Strategi Durian Indonesia Buka Pasar China Senilai Rp137 Triliun
Suara Pecari – 16 April 2026 | Indonesia mengungkap strategi komprehensif untuk menembus pasar durian China yang diperkirakan bernilai Rp137 triliun.
Strategi itu mencakup peningkatan standar kualitas, sertifikasi internasional, dan dukungan logistik pemerintah.
Kementerian Pertanian menegaskan bahwa proses sertifikasi harus memenuhi regulasi China terkait keamanan pangan.
Petani di Jawa Barat dan Sumatera kini diarahkan untuk menanam varietas Musang King dan D24 yang diminati konsumen China.
Penggunaan teknologi post‑harvest seperti pendinginan cepat dan kemasan vakum diharapkan memperpanjang umur simpan buah.
Pemerintah menyiapkan fasilitas pendingin di pelabuhan ekspor utama, termasuk Belawan dan Tanjung Perak.
Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa durian berpotensi menjadi produk unggulan setelah kopi dan kelapa sawit.
“Kami menargetkan peningkatan volume ekspor hingga 30 persen dalam dua tahun ke depan,” ujarnya dalam rapat koordinasi.
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) turut memfasilitasi investasi asing dalam pembangunan gudang suhu terkendali.
Investor asal Taiwan dan Malaysia telah menandatangani perjanjian pembangunan tiga fasilitas cold‑storage di Sumatra.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan ekspor durian tahun lalu mencapai 150 ribu ton, naik 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Nilai ekspor mencapai sekitar Rp8 triliun, masih jauh di bawah potensi pasar China yang diperkirakan Rp137 triliun.
Analisis pasar mengidentifikasi tiga faktor utama yang menghambat ekspor: standar kualitas, tarif, dan distribusi.
Untuk mengatasi tarif, pemerintah mengajukan permohonan preferensi tarif khusus pada perjanjian perdagangan bilateral dengan China.
Negosiasi tersebut diperkirakan selesai pada akhir tahun ini, membuka peluang penurunan biaya impor durian.
Di sisi distribusi, perusahaan logistik lokal berkolaborasi dengan platform e‑commerce China seperti Tmall dan JD.com.
Kerjasama ini memungkinkan penjual Indonesia mengakses jaringan ritel online yang melayani jutaan konsumen di kota-kota besar China.
Selain itu, program pelatihan bagi petani tentang standar GAP (Good Agricultural Practice) diluncurkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Pelatihan mencakup penggunaan pupuk organik, pengendalian hama terintegrasi, dan pencatatan kualitas buah.
Hasil uji laboratorium menunjukkan penurunan residu pestisida sebesar 40 persen pada sampel yang telah mengikuti program.
Peningkatan kualitas ini mendapat sambutan positif dari importir China yang menuntut produk bersih dan aman.
Salah satu importir, Chengdu Fresh Fruit Co., mencatat bahwa durian Indonesia kini lebih kompetitif dibandingkan Thailand.
“Konsistensi rasa dan kebersihan buah membuat kami memilih Indonesia sebagai pemasok utama,” kata perwakilannya.
Pemerintah daerah di Lampung menyiapkan subsidi pupuk organik bagi petani yang beralih ke varietas premium.
Skema subsidi ini diharapkan meningkatkan profitabilitas petani dan mengurangi ketergantungan pada input kimia.
Selain itu, program asuransi tanaman diperluas untuk melindungi petani dari risiko cuaca ekstrem.
Kebijakan asuransi ini didukung oleh Bank Indonesia melalui skema kredit mikro berbunga rendah.
Dengan kombinasi kebijakan fiskal dan non‑fiskal, pemerintah menargetkan nilai ekspor durian mencapai Rp30 triliun pada 2026.
Target tersebut masih jauh dari angka Rp137 triliun, namun menunjukkan ambisi jangka panjang Indonesia.
Para ahli ekonomi menilai bahwa pencapaian target akan memperkuat neraca perdagangan dan menciptakan lapangan kerja baru.
Sektor agribisnis diperkirakan akan menyerap tambahan 200 ribu tenaga kerja dalam lima tahun ke depan.
Keberhasilan strategi ini juga dapat menjadi model bagi ekspor komoditas lain seperti mangga dan rambutan.
Namun, tantangan tetap ada, termasuk fluktuasi nilai tukar rupiah dan persaingan dengan produsen lain di Asia Tenggara.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk terus memantau pasar China dan menyesuaikan kebijakan secara dinamis.
Jika implementasi berjalan lancar, durian Indonesia berpotensi menjadi simbol kualitas ekspor pertanian Indonesia di kancah global.
Secara keseluruhan, rangkaian kebijakan, investasi, dan peningkatan kualitas ini menjadi kunci bagi Indonesia mengoptimalkan potensi pasar durian China yang bernilai ratusan triliun rupiah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







