Belanja Pemerintah Rp1.100 Triliun Jadi Mesin Baru Kenaikan Kelas UMKM
Suara Pecari | RRI.CO.ID, Jakarta — Kementerian Kesejahteraan Rakyat, Perindustrian, dan Energi (Kemenristek/BRIN) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah memanfaatkan peluang pasar dari belanja barang dan jasa pemerintah.
Belanja barang dan jasa UMKM mencapai sekitar Rp1.100 triliun per tahun, yang merupakan motor penggerak bagi UMKM untuk naik kelas.
Deputi Bidang Usaha Menengah Kemenristek/BRIN, Bagus Rachman, mengatakan pemerintah mengalokasikan 40 persen belanja barang dan jasa produk UMKM.
Pelaku usaha di daerah perlu didorong agar mampu masuk ke rantai pengadaan pemerintah ini juga memanfaatkan berbagai platform pemasaran yang tersedia.
Pemerintah terus memperkuat ekosistem digital dan kemitraan usaha untuk memperluas akses pasar.
Kementerian Kesejahteraan Rakyat, Perindustrian, dan Energi juga mengembangkan platform PaDi UMKM milik BUMN yang membuka akses pemasaran produk ke pasar lebih besar.
Selain itu, Kemenristek/BRIN juga tengah mengembangkan platform SAPA UMKM sebagai superapps layanan terpadu.
Platform ini akan menghubungkan berbagai kebutuhan pelaku usaha dalam satu sistem.
Kementerian Kesejahteraan Rakyat, Perindustrian, dan Energi juga mengembangkan model kemitraan berbasis klaster yang menghubungkan usaha mikro, kecil, menengah, dan usaha besar melalui skema holding UMKM.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing, meningkatkan standardisasi produk, serta memperluas akses pasar dan pembiayaan.
Bagus menegaskan pemerintah akan terus berperan sebagai integrator yang menghubungkan UMKM dengan pasar yang lebih luas.
Melalui upaya ini, pemerintah berharap UMKM mampu tumbuh berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












