PMI Manufaktur Indonesia Kembali ke Zona Ekspansi Dukung Daya Tahan Perekonomian
Suara Pecari | RRI.CO.ID, Jakarta – Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia kembali ke zona ekspansi pada bulan Mei 2026. PMI manufaktur naik ke level 50 dari 49,1 pada bulan April 2026.
Meningkatnya permintaan domestik menjadi faktor utama pendorong kenaikan permintaan baru dan perbaikan aktivitas manufaktur. Aktivitas manufaktur sebagian besar negara mitra dagang utama Indonesia juga menunjukkan kinerja yang resilien.
India masih menjadi salah satu negara dengan ekspansi manufaktur terkuat di level 55 dan Taiwan di level 56,1. PMI manufaktur Amerika Serikat 55,1, Jepang 54,5 dan Korea Selatan 54,8.
Terjaganya ekspansi manufaktur di sebagian besar mitra dagang utama Indonesia menjadi sinyal positif bagi prospek permintaan eksternal ke depan. Tapi risiko dari tingginya biaya produksi dan ketidakpastian geopolitik global tetap menjadi perhatian.
Sementara itu, dari sisi eksternal, neraca perdagangan Indonesia pada April 2026 tetap positif dengan surplus USD90 juta. Surplus neraca perdagangan ditopang surplus perdagangan nonmigas sebesar USD3,53 miliar.
Kinerja ekspor pada April 2026 mencapai USD25,30 miliar, ditopang ekspor nonmigas yang tumbuh 23,36 persen secara tahunan. Ekspor industri pengolahan tetap menjadi kontributor utama dalam struktur ekspor nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












