BPPMHKP Tanjungbalai Asahan Perkuat Mutu Produk Perikanan dengan Sembilan Layanan Sertifikasi Gratis

BPPMHKP Tanjungbalai Asahan Perkuat Mutu Produk Perikanan dengan Sembilan Layanan Sertifikasi Gratis

Suara Pecari, Tanjungbalai – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Tanjungbalai Asahan mengambil langkah strategis untuk memperkuat mutu produk perikanan di wilayah tersebut. Dalam upaya meningkatkan keamanan pangan, daya saing, dan akses pasar, BPPMHKP menyediakan sembilan layanan sertifikasi mutu hasil perikanan secara gratis bagi pelaku usaha. Kebijakan ini diumumkan dalam Forum Konsultasi Publik yang digelar di Tanjungbalai, Rabu, 15 Juli 2026, dan mendapat sambutan positif dari para pelaku usaha perikanan setempat.

Layanan Sertifikasi Gratis: Mendorong Kualitas dan Daya Saing

Kepala Stasiun Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Tanjungbalai Asahan, Aan Fibro Widodo, menegaskan bahwa layanan sertifikasi ini bukan sekadar formalitas administratif. “Sertifikasi yang kami laksanakan bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi, tetapi merupakan instrumen penting untuk meningkatkan daya saing, menjamin keamanan pangan, memperluas akses pasar, serta meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk perikanan Indonesia,” ujarnya dalam forum tersebut.

Sembilan layanan sertifikasi yang disediakan meliputi sertifikasi kelayakan dasar pengolahan, sertifikasi penerapan Cara Produksi yang Baik (CPP), sertifikasi Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), sertifikasi Sistem Jaminan Halal, sertifikasi ekolabel, sertifikasi organik, sertifikasi traceability, sertifikasi produk segar, dan sertifikasi produk beku. Seluruh layanan ini dapat diakses oleh pelaku usaha perikanan tanpa dipungut biaya alias gratis.

NoJenis SertifikasiManfaat Utama
1Kelayakan Dasar PengolahanMenjamin unit pengolahan memenuhi standar minimal
2CPP (Cara Produksi yang Baik)Meningkatkan mutu dan keamanan proses produksi
3HACCPMengidentifikasi bahaya dan titik kritis pengendalian
4Sistem Jaminan HalalMenjamin produk halal sesuai syariat
5EkolabelMenunjukkan produk ramah lingkungan
6OrganikMenjamin produk bebas bahan kimia sintetis
7TraceabilityMelacak asal-usul produk dari hulu ke hilir
8Produk SegarMenjamin mutu dan kesegaran produk
9Produk BekuMenjamin mutu produk beku selama rantai dingin

Potensi Besar Perikanan di Tanjungbalai dan Sekitarnya

Tanjungbalai dan wilayah Asahan memiliki potensi perikanan yang signifikan, baik dari sektor penangkapan, budidaya, maupun pengolahan. Menurut data Dinas Kelautan dan Perikanan setempat, produksi perikanan tangkap di perairan Selat Malaka mencapai puluhan ribu ton per tahun, sementara budidaya tambak udang dan bandeng terus berkembang. Namun, selama ini banyak pelaku usaha masih menghadapi kendala dalam memenuhi standar mutu yang dipersyaratkan pasar modern dan ekspor.

Aan Fibro Widodo menambahkan, “Potensi usaha perikanan di Tanjungbalai dan sekitarnya cukup besar, baik pada sektor pengolahan hasil kelautan maupun budidaya. Karena itu, pelaku usaha perlu difasilitasi melalui sertifikasi, seminar, pelatihan, dan kegiatan peningkatan kapasitas lainnya.” Dengan adanya layanan sertifikasi gratis, diharapkan para pelaku usaha dapat meningkatkan kualitas produk dari hulu hingga hilir.

Dampak dan Implikasi bagi Pelaku Usaha dan Pasar

Layanan sertifikasi gratis ini membawa dampak langsung bagi pelaku usaha perikanan di Tanjungbalai Asahan. Pertama, biaya sertifikasi yang biasanya menjadi beban tambahan kini dapat dialokasikan untuk pengembangan usaha lainnya. Kedua, produk yang telah tersertifikasi memiliki daya saing lebih tinggi di pasar domestik dan internasional. Ketiga, kepercayaan konsumen terhadap produk perikanan Indonesia meningkat, yang pada gilirannya dapat memperluas akses pasar.

Bagi pasar domestik, produk bersertifikasi menjamin keamanan pangan bagi konsumen. Sementara untuk ekspor, sertifikasi seperti HACCP dan ekolabel menjadi syarat utama masuk ke negara-negara maju seperti Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang. Dengan demikian, kebijakan ini sejalan dengan target KKP untuk meningkatkan nilai ekspor produk perikanan Indonesia.

Langkah Strategis KKP dalam Mendukung Iklim Usaha

Kebijakan sembilan layanan sertifikasi gratis ini merupakan bagian dari program prioritas KKP untuk mendorong iklim usaha yang kondusif di sektor kelautan dan perikanan. Selain sertifikasi, BPPMHKP Tanjungbalai Asahan juga menyelenggarakan berbagai kegiatan peningkatan kapasitas, seperti pelatihan pengolahan, seminar keamanan pangan, dan bimbingan teknis penerapan CPP. Semua kegiatan tersebut diberikan secara gratis sebagai bentuk dukungan pemerintah kepada pelaku usaha.

Aan menegaskan, “KKP melalui Badan Mutu memiliki layanan sembilan sertifikasi mutu perikanan yang semuanya dapat diakses pelaku usaha perikanan sesuai kebutuhan dengan biaya nol rupiah alias gratis.” Ia berharap para pelaku usaha dapat memanfaatkan layanan ini seoptimal mungkin untuk meningkatkan kualitas produk dan daya saing.

Kronologi Forum Konsultasi Publik

Berikut kronologi acara Forum Konsultasi Publik yang menjadi ajang sosialisasi layanan sertifikasi gratis:

  • Pukul 09.00 WIB: Pembukaan acara oleh Kepala Stasiun BPPMHKP Tanjungbalai Asahan, Aan Fibro Widodo.
  • Pukul 09.30 WIB: Pemaparan materi tentang pentingnya sertifikasi mutu produk perikanan.
  • Pukul 10.30 WIB: Sesi tanya jawab antara pelaku usaha dan narasumber.
  • Pukul 11.30 WIB: Penutupan dan pengumuman jadwal pelatihan selanjutnya.

Forum ini dihadiri oleh puluhan pelaku usaha perikanan dari Tanjungbalai, Asahan, dan sekitarnya. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan terkait prosedur dan persyaratan sertifikasi.

Harapan ke Depan

Dengan adanya layanan sertifikasi gratis dan kegiatan peningkatan kapasitas, diharapkan mutu produk perikanan Indonesia terus meningkat. Pemerintah daerah pun diharapkan turut mendukung dengan menyediakan infrastruktur dan fasilitas yang memadai. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha menjadi kunci keberhasilan program ini.

“Kami (Stasiun PPMHKP Tanjungbalai Asahan) akan terus mendorong pelaku usaha kelautan, perikanan, dan budidaya memanfaatkan layanan yang tersedia,” ucap Aan. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memajukan sektor perikanan nasional.

Pada akhirnya, penguatan mutu produk perikanan bukan hanya soal memenuhi standar, melainkan juga membangun kepercayaan dan reputasi Indonesia di mata dunia. Dengan sembilan layanan sertifikasi gratis ini, BPPMHKP Tanjungbalai Asahan telah membuka pintu bagi pelaku usaha untuk naik kelas dan bersaing di pasar global. Kini, tinggal bagaimana pelaku usaha memanfaatkan kesempatan emas ini untuk mengembangkan usahanya dan membawa nama Indonesia semakin harum di kancah internasional.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *