Ekspor Perdana 11 Ton Tuna Maluku ke Thailand: Langkah Strategis Perluasan Pasar Perikanan Indonesia

Ekspor Perdana 11 Ton Tuna Maluku ke Thailand: Langkah Strategis Perluasan Pasar Perikanan Indonesia

Suara Pecari, Ambon, 9 Juli 2026 – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Perikanan meresmikan ekspor perdana 11 ton ikan tuna loin beku asal Maluku ke Thailand pada Kamis (27/6). Nilai ekspor mencapai lebih dari Rp1 miliar, menjadi tonggak baru bagi pengembangan pasar perikanan Indonesia di kawasan Asia Tenggara.

Detail Ekspor Perdana

Ekspor ini difasilitasi penuh oleh KKP dan melibatkan PT Jayawi Ambon Internasional sebagai perusahaan eksportir. Produk tuna loin beku yang dikirim telah melalui proses sortir dan pengemasan ketat di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon. Seluruh produk dilengkapi sertifikasi mutu yang diakui Codex Alimentarius, organisasi internasional yang menetapkan standar keamanan pangan global.

AspekDetail
Volume11 ton tuna loin beku
NilaiLebih dari Rp1 miliar
Negara TujuanThailand
EksportirPT Jayawi Ambon Internasional
Pelabuhan MuatPelabuhan Yos Sudarso, Ambon
SertifikasiCodex Alimentarius (standar mutu global)

Peran KKP dalam Fasilitasi Ekspor

Plt Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Perikanan KKP, Ishartini, menyatakan bahwa ekspor ini merupakan langkah konkret pemerintah bersama pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui perluasan negara tujuan ekspor. “Ini adalah bukti komitmen kami dalam meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global,” ujar Ishartini dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (5/7).

Ishartini menambahkan bahwa sertifikasi mutu yang diterbitkan KKP menjadi jaminan bahwa produk perikanan yang diekspor berkualitas baik dan aman dikonsumsi. “Mutu dan keamanan hasil perikanan adalah kunci utama keberterimaan produk di negara tujuan ekspor,” tegasnya. Sertifikasi ini juga memenuhi standar Codex Alimentarius, yang diakui oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dampak bagi Nelayan dan Industri Perikanan Maluku

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Ahmad Jais Ely, menyambut baik ekspor perdana ini. Ia berharap kegiatan ini menjadi momentum peningkatan penjualan hasil perikanan Maluku ke luar negeri, yang pada akhirnya berdampak positif pada kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha di wilayah tersebut. “Kami sangat mengapresiasi dukungan KKP dalam memberikan sertifikasi mutu sehingga produk ikan asal Maluku mampu menembus pasar Thailand,” ujar Ahmad Jais.

Ekspor ini juga membuka peluang bagi nelayan tradisional untuk mendapatkan akses pasar yang lebih luas. Dengan adanya jaminan mutu dari KKP, produk tangkapan nelayan dapat diolah menjadi tuna loin beku yang memenuhi standar internasional. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan harga jual ikan di tingkat nelayan dan mengurangi ketergantungan pada pasar domestik yang fluktuatif.

Potensi Perluasan Pasar Ekspor Perikanan Indonesia

Thailand merupakan salah satu pasar potensial bagi produk perikanan Indonesia. Sebagai negara dengan industri pengolahan ikan yang maju, Thailand membutuhkan pasokan bahan baku berkualitas tinggi, termasuk tuna loin. Ekspor perdana ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi produk perikanan Maluku lainnya, seperti cakalang, tongkol, dan udang, untuk merambah pasar Thailand dan negara-negara ASEAN lainnya.

KKP mencatat bahwa total ekspor perikanan Indonesia pada tahun 2025 mencapai USD 5,2 miliar, dengan tujuan utama Amerika Serikat, Jepang, dan Tiongkok. Perluasan pasar ke Thailand dan negara-negara Asia Tenggara lainnya menjadi strategi diversifikasi pasar untuk mengurangi risiko ketergantungan pada beberapa negara tujuan. Selain itu, permintaan produk perikanan olahan di Thailand terus meningkat seiring pertumbuhan industri makanan dan restoran di negara tersebut.

Kronologi Proses Ekspor

Proses ekspor perdana ini berlangsung melalui beberapa tahapan:

  • Pengadaan Bahan Baku: Ikan tuna ditangkap oleh nelayan di perairan Maluku dan sekitarnya, kemudian didaratkan di Pelabuhan Yos Sudarso.
  • Pemeriksaan Mutu: Petugas KKP melakukan pemeriksaan kualitas ikan, termasuk suhu, tekstur, dan kebersihan, untuk memastikan memenuhi standar ekspor.
  • Pengolahan menjadi Loin: Ikan tuna diproses menjadi loin beku di fasilitas pengolahan PT Jayawi Ambon Internasional yang telah tersertifikasi.
  • Sertifikasi: Produk loin beku dilengkapi sertifikat mutu dari KKP yang diakui Codex Alimentarius.
  • Pemuatan dan Pengiriman: Kontainer berpendingin memuat 11 ton tuna loin beku dan dikapalkan menuju Thailand melalui Pelabuhan Yos Sudarso.

Implikasi bagi Industri Perikanan Nasional

Keberhasilan ekspor perdana ini memberikan beberapa implikasi positif:

  • Peningkatan Kepercayaan Pasar Internasional: Sertifikasi mutu yang diakui global meningkatkan kredibilitas produk perikanan Indonesia di mata importir.
  • Diversifikasi Pasar: Terbukanya pasar Thailand mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional seperti Jepang dan AS.
  • Peningkatan Nilai Tambah: Pengolahan ikan menjadi loin beku memberikan nilai tambah dibandingkan ekspor ikan utuh, sehingga meningkatkan pendapatan.
  • Pemberdayaan Nelayan: Nelayan mendapatkan akses ke rantai pasok ekspor yang lebih menguntungkan.
  • Pertumbuhan Ekonomi Daerah: Provinsi Maluku mendapatkan pemasukan devisa dan multiplier effect dari aktivitas ekspor.

Namun, tantangan masih ada, seperti menjaga konsistensi pasokan dan mutu, serta menghadapi persaingan dengan negara eksportir tuna lain seperti Filipina dan Vietnam. KKP berencana terus mendampingi pelaku usaha melalui program pendampingan sertifikasi dan promosi dagang.

Ekspor perdana 11 ton tuna Maluku ke Thailand bukan sekadar pengiriman barang, melainkan simbol optimisme bagi industri perikanan Indonesia. Di tengah persaingan global yang ketat, langkah ini membuktikan bahwa produk lokal mampu bersaing di pasar internasional dengan dukungan pemerintah dan komitmen pelaku usaha. Ke depan, diharapkan lebih banyak produk perikanan Indonesia yang menembus pasar baru, membawa kesejahteraan bagi nelayan dan kemajuan ekonomi bangsa.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *