Penjualan Jersey Piala Dunia FIFA 2026 di Ambon Meningkat 40 Persen, Belanda Jadi Primadona

Penjualan Jersey Piala Dunia FIFA 2026 di Ambon Meningkat 40 Persen, Belanda Jadi Primadona

Fenomena Peningkatan Penjualan Jersey Piala Dunia 2026 di Ambon

Suara Pecari | Jakarta – Antusiasme masyarakat Kota Ambon terhadap Piala Dunia FIFA 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko terlihat jelas dari peningkatan penjualan jersey sepak bola. Para pedagang melaporkan lonjakan permintaan yang signifikan, bahkan jauh sebelum turnamen dimulai. Salah satu penjual jersey, Aldrin Gaspersz, mengungkapkan bahwa penjualan naik 30-40 persen dibandingkan Piala Dunia 2022. “Itu dilihat tingkat penjualan kami H-7 sudah tinggi. Padahal Indonesia lagi efisiensi,” ujarnya dalam wawancara dengan RRI Pro3, Minggu, 14 Juni 2026.

Faktor Pendorong Lonjakan Permintaan

Menurut Aldrin, demam bola di Ambon mulai terasa sejak H-20 pelaksanaan Piala Dunia. Banyak instansi pemerintah, swasta, dan perbankan menggelar acara fun football yang mendorong karyawan untuk membeli jersey. “Karena banyak juga instansi pemerintah, swasta, bank buat even seperti fun world. Jadi karyawan cari jersey, beli,” jelasnya. Fenomena ini menunjukkan bahwa Piala Dunia tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga momen kebersamaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Data Penjualan dan Harga Jersey

Berikut adalah rincian harga dan volume penjualan yang disampaikan Aldrin:

Jenis JerseyHarga per PiecesPenjualan Harian (Online + Offline)
Grade OriRp185.000100 pieces
Player IssueRp2.500.000

Dalam sehari, Aldrin mampu menjual 100 pieces jersey, baik secara online maupun offline. Ia mencatat bahwa pembeli lebih banyak datang langsung ke toko. “Paling banyak datang ke toko langsung. Kalau di Ambon kebetulan fan Belanda. Mungkin keterikatan emosional karena saudara di Belanda dan paling laku jersey oranye dan putih,” katanya.

Tim Favorit dan Kurang Diminati

Berdasarkan data penjualan, berikut adalah lima tim dengan jersey terlaris dan dua tim dengan penjualan terendah:

  • Tim dengan penjualan tertinggi:
    1. Belanda (oranye dan putih)
    2. Argentina
    3. Brasil
    4. Jerman
  • Tim dengan penjualan terendah:
    • Inggris
    • Spanyol

Dominasi Belanda tidak lepas dari ikatan sejarah dan kekeluargaan antara Ambon dan Belanda. Sementara itu, rendahnya minat terhadap jersey Inggris dan Spanyol mungkin disebabkan oleh kurangnya basis penggemar yang kuat di daerah tersebut.

Strategi Distribusi dan Tantangan Logistik

Untuk memenuhi permintaan, Aldrin mendatangkan jersey langsung dari Jakarta. Pengiriman biasanya menggunakan kapal laut, namun jika permintaan tinggi, ia beralih ke kargo pesawat. “Jersey dikirim dari Jakarta. Kalau saya berjualan sejak tahun 2014,” ujarnya. Pengalaman panjangnya dalam bisnis ini memungkinkan dia mengelola rantai pasokan dengan baik, meskipun tantangan geografis tetap ada.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Peningkatan penjualan jersey tidak hanya menguntungkan pedagang, tetapi juga berdampak pada ekonomi lokal. Aktivitas jual beli ini menciptakan lapangan kerja informal dan meningkatkan perputaran uang di masyarakat. Selain itu, acara fun football yang digelar instansi turut mempererat hubungan sosial antar karyawan. Dari sisi psikologis, momen Piala Dunia menjadi sarana hiburan di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat Indonesia.

Proyeksi ke Depan

Dengan Piala Dunia 2026 yang baru akan dimulai pada Juli mendatang, tren penjualan diprediksi terus meningkat hingga puncak turnamen. Aldrin optimistis omzetnya bisa naik dua kali lipat jika tim favorit seperti Belanda melaju jauh. Namun, ia juga waspada terhadap potensi penurunan jika perekonomian memburuk. “Kami berharap tim Belanda bisa juara, pasti jersey laris manis,” tutupnya.

Penutup

Fenomena peningkatan penjualan jersey di Ambon mencerminkan betapa kuatnya ikatan emosional masyarakat Indonesia dengan sepak bola, khususnya Piala Dunia. Di tengah keterbatasan ekonomi, semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap olahraga mampu menggerakkan roda bisnis lokal. Semoga gelaran FIFA 2026 tidak hanya menjadi ajang adu skill antarnegara, tetapi juga membawa berkah bagi pedagang kecil di Tanah Air.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan