Kemenperin Perkuat Industri Perhiasan, Ekspor Tembus USD9,1 Miliar

Kemenperin Perkuat Industri Perhiasan, Ekspor Tembus USD9,1 Miliar

Suara Pecari | Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat pengembangan industri perhiasan nasional sebagai sektor bernilai tambah tinggi dan penopang ekspor. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah mendukung penyelenggaraan Bandung Jewellery Fair (BJF) 2026, sebuah pameran internasional yang diharapkan menjadi ajang promosi, inovasi, dan perluasan jaringan bisnis global.

Lonjakan Ekspor yang Signifikan

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, ekspor perhiasan Indonesia mencapai USD 9,1 miliar, atau naik 64,73 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menandakan daya saing global industri perhiasan Indonesia yang semakin kuat. “Peningkatan ekspor ini menjadi bukti bahwa industri perhiasan Indonesia memiliki prospek yang sangat baik,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.

Menperin menambahkan bahwa industri perhiasan tidak hanya berperan sebagai penghasil devisa, tetapi juga menjadi wadah pelestarian produk bernilai budaya serta penciptaan lapangan kerja yang tersebar di berbagai daerah. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kualitas, inovasi, keberlanjutan usaha, serta kemampuan industri dalam merespons tren pasar global.

Data Ekspor Perhiasan Indonesia (2021-2025)

TahunNilai Ekspor (USD Miliar)Pertumbuhan (%)
20213,2
20224,540,63
20235,215,56
20245,55,77
20259,164,73

Tantangan yang Dihadapi

Meskipun prospeknya cerah, industri perhiasan masih menghadapi sejumlah tantangan. Ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi harga bahan baku, dan tuntutan digitalisasi menjadi isu utama yang harus diatasi. “Kami mendorong penguatan ekosistem industri, termasuk percepatan transformasi digital dan penerapan Industri 4.0 guna meningkatkan efisiensi, kualitas, dan respons terhadap pasar,” tegas Menperin.

Bandung Jewellery Fair 2026: Ajang Strategis

Direktur Industri Aneka, Reny Meilany, menjelaskan bahwa BJF 2026 akan menghadirkan berbagai produk perhiasan dan industri pendukung, mulai dari perhiasan emas, perak, mutiara, berlian, batu alam, hingga berbagai kerajinan bernilai tinggi. “Kegiatan ini menjadi ruang bertemunya ide, inovasi, serta peluang kerja sama industri perhiasan Indonesia. Kami berharap semakin banyak pelaku industri yang melakukan transformasi serupa guna meningkatkan efisiensi, kualitas, dan daya saing produknya,” kata Reni.

Pameran ini juga merupakan instrumen penting dalam memperkuat ekosistem industri perhiasan nasional. Melalui pameran, pelaku industri dapat memperkenalkan produk, menjalin kemitraan, memahami tren terkini, serta membuka peluang transaksi dan investasi.

Dampak dan Implikasi

Penguatan industri perhiasan memiliki dampak luas bagi perekonomian nasional. Selain meningkatkan devisa negara, sektor ini juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, terutama di sentra-sentra perhiasan seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali. Dengan adanya transformasi digital dan adopsi Industri 4.0, diharapkan efisiensi produksi meningkat, kualitas produk terjaga, dan daya saing global semakin kokoh.

Bagi masyarakat, pertumbuhan industri perhiasan berarti terbukanya lebih banyak lapangan kerja dan peluang usaha. Sementara bagi pemerintah, sektor ini menjadi salah satu pilar ekonomi kreatif yang perlu terus didukung melalui kebijakan yang kondusif, insentif, dan fasilitasi promosi internasional.

Langkah Strategis ke Depan

Ke depan, Kemenperin akan terus mendorong inovasi dan pengembangan sumber daya manusia di bidang perhiasan. Beberapa langkah yang akan diambil meliputi:

  • Peningkatan kapasitas desain dan teknologi produksi melalui pelatihan dan kerja sama dengan perguruan tinggi.
  • Fasilitasi sertifikasi produk untuk memenuhi standar internasional.
  • Pengembangan sentra industri perhiasan baru di daerah potensial.
  • Peningkatan partisipasi dalam pameran internasional untuk memperluas pasar ekspor.

Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan industri perhiasan Indonesia dapat terus tumbuh dan bersaing di pasar global, sekaligus memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.

Di tengah persaingan global yang ketat, komitmen pemerintah dan pelaku industri untuk berinovasi dan beradaptasi menjadi kunci keberhasilan. Bandung Jewellery Fair 2026 bukan sekadar pameran, melainkan simbol kebangkitan industri perhiasan Indonesia yang siap bersinar di kancah dunia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan