Pesraman Agung Buktikan Konservasi dan Ekonomi Bisa Berjalan Bersama

Pesraman Agung Buktikan Konservasi dan Ekonomi Bisa Berjalan Bersama

Pendahuluan: Harmoni antara Alam dan Ekonomi

Suara Pecari | Di tengah kekhawatiran global tentang perubahan iklim dan degradasi lingkungan, muncul secercah harapan dari Bali. Program Pesraman Agung yang diinisiasi oleh PT PLN Indonesia Power (PLN IP) melalui Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bali PLTDG Pesanggaran menjadi bukti nyata bahwa konservasi lingkungan dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan. Program ini tidak hanya menyelamatkan hutan lindung, tetapi juga menghidupkan roda perekonomian warga sekitar. Artikel ini akan mengupas tuntas bagaimana Pesraman Agung menjadi model pemberdayaan berbasis konservasi yang layak ditiru.

Latar Belakang: Krisis Air dan Deforestasi di Bali

Bali, yang dikenal sebagai Pulau Dewata, menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sumber daya alam. Kawasan Hutan Bambu Sandan di Desa Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan, sebelumnya mengalami degradasi akibat alih fungsi lahan dan keterbatasan akses air bersih. Masyarakat setempat kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari dan irigasi pertanian. Situasi ini memicu konflik sosial dan menghambat pertumbuhan ekonomi lokal. Menyadari hal tersebut, PLN IP melalui program CSR-nya meluncurkan Pesraman Agung pada tahun 2022 sebagai solusi terpadu.

Inovasi Teknologi: Hybrid Water Pump System dan Pompa Hidran

Salah satu pilar utama program ini adalah penyediaan akses air bersih melalui inovasi teknologi. PLN IP memasang Hybrid Water Pump System yang menggabungkan energi surya dan listrik konvensional, serta pompa hidran untuk distribusi air ke lahan pertanian. Hasilnya, sebanyak 55 Kepala Keluarga (KK) kini menikmati air bersih, dan 86 petak lahan pertanian seluas kurang lebih 74 hektare mendapatkan irigasi yang memadai. Sebelum program ini, warga harus menempuh perjalanan jauh atau membeli air dengan harga mahal. Kini, air mengalir langsung ke rumah dan sawah mereka.

IndikatorSebelum ProgramSetelah Program
KK penerima air bersih055 KK
Lahan pertanian teririgasiTidak optimal86 petak (74 ha)
Akses air bersihSulit, beli airMudah, gratis

Dampak Lingkungan: Penyerapan Karbon dan Pemulihan Ekosistem

Hutan Bambu Sandan kini menjadi paru-paru baru bagi Bali. Program penanaman dan pengayaan vegetasi dengan ratusan bibit bambu dan pohon buah berhasil memulihkan ekosistem hutan lindung. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa hutan ini mampu menyerap karbon hingga 42.875,81 ton CO2 per tahun. Angka ini setara dengan emisi dari ribuan kendaraan bermotor. Tidak hanya itu, lebih dari 253 petani merasakan manfaat dari program adaptasi perubahan iklim yang dijalankan secara terpadu, seperti pelatihan pertanian ramah lingkungan dan penggunaan pupuk organik.

Pemberdayaan Ekonomi: Diversifikasi Usaha Masyarakat

Pesraman Agung tidak berhenti pada konservasi. Program ini mendorong diversifikasi ekonomi melalui berbagai sektor:

  • Kerajinan Bambu: Masyarakat dilatih membuat anyaman bambu, perabot rumah tangga, dan souvenir yang dipasarkan ke toko-toko lokal dan galeri seni.
  • Wisata Edukasi: Hutan Bambu Sandan dibuka sebagai destinasi wisata edukasi yang menawarkan pengalaman belajar tentang konservasi, pertanian organik, dan budaya Bali. Lebih dari 200 orang telah berkunjung untuk penelitian dan edukasi.
  • Pertanian Terpadu: Petani menerapkan sistem pertanian terpadu dengan memanfaatkan limbah pertanian untuk pakan ternak dan pupuk.
  • Peternakan: Beberapa warga memulai usaha peternakan sapi dan ayam kampung dengan bantuan bibit dari program.

Prinsip circular economy juga diterapkan dengan memanfaatkan material bekas perusahaan seperti palet kayu dan pelet sampah menjadi produk bernilai ekonomi.

Pelestarian Budaya dan Kader Lingkungan

Program ini tidak melupakan aspek budaya. Pesraman Agung secara aktif mendorong pelestarian nilai-nilai budaya Bali, seperti upacara adat di hutan dan penggunaan bambu dalam ritual keagamaan. Selain itu, program ini melahirkan kader-kader penggerak lingkungan yang terdiri dari pemuda dan tokoh masyarakat. Mereka dilatih menjadi relawan konservasi yang mengedukasi warga lain tentang pentingnya menjaga hutan.

Keterlibatan Multipihak: Kolaborasi 17 Stakeholder

Keberhasilan Pesraman Agung tidak lepas dari kolaborasi 17 pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, akademisi dari Universitas Udayana, komunitas pecinta lingkungan, dan sektor swasta. Direktur Utama PLN IP, Bernadus Sudarmanta, menekankan bahwa sinergi ini menjadi kunci. “Kami percaya bahwa keberhasilan perusahaan tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan di sekitarnya. Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa transisi energi yang berkelanjutan harus inklusif dan menyentuh kehidupan nyata masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Rabu, 17 Juni 2026.

Dampak dan Implikasi: Model Rujukan Nasional

Pesraman Agung telah menjadi model rujukan pemberdayaan berbasis lingkungan di Bali. Program ini membuktikan bahwa perusahaan energi dapat berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama poin 6 (Air Bersih dan Sanitasi), 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan 15 (Ekosistem Daratan). Bagi industri, program ini menunjukkan bahwa investasi pada CSR yang terencana dapat meningkatkan reputasi perusahaan dan menciptakan nilai tambah jangka panjang. Pemerintah daerah pun dapat mengadopsi pendekatan serupa untuk mengatasi masalah lingkungan dan kemiskinan di wilayah lain.

Penutup: Masa Depan yang Berkelanjutan

Pesraman Agung adalah bukti bahwa ketika alam dijaga, ia akan memberikan kembali secara berlipat. Dari hutan yang dulunya kering dan gersang, kini mengalir air bersih, tumbuh tanaman hijau, dan lahir usaha-usaha baru. Program ini bukan sekadar cerita sukses CSR, melainkan cerminan bahwa bisnis dan lingkungan bisa bersinergi. Ke depan, PLN IP berencana memperluas program ke daerah lain di Indonesia, membawa semangat konservasi dan pemberdayaan yang inklusif. Semoga kisah ini menginspirasi banyak pihak untuk berani bermimpi dan bertindak demi bumi yang lebih baik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan