Prabowo Tertarik dengan Genteng dan Sepatu Ramah Lingkungan dari Limbah Sawit dan Kelapa Inovasi BRIN
Suara Pecari – Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menunjukkan ketertarikannya pada inovasi genteng dan sepatu yang menggunakan limbah kelapa sawit dan sabut kelapa sebagai bahan baku. Produk ramah lingkungan hasil riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini dipamerkan pada pertemuan dengan peneliti BRIN di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Genteng komposit yang dikembangkan BRIN menggunakan material biomassa seperti serabut kelapa dan limbah kelapa sawit. Produk ini tidak hanya ringan tetapi juga kuat dan ramah lingkungan, sehingga cocok untuk digunakan di wilayah rawan gempa di Indonesia. Genteng tersebut telah diuji kekuatannya secara langsung oleh Presiden Prabowo dengan cara dibanting dan diinjak, dan hasilnya genteng tersebut tidak pecah, menunjukkan daya tahan yang baik.
Proses Produksi Genteng Ramah Lingkungan
Menurut Kepala Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN, Sukma Surya Kusumah, limbah biomassa diolah dengan cara dihancurkan menjadi partikel kecil yang diseleksi untuk mendapatkan ukuran seragam, kemudian dikeringkan hingga kadar airnya mencapai 5-8 persen. Partikel ini dicampur dengan perekat alami yang berasal dari tanin, asam sitrat, sukrosa, dan molase, limbah dari industri pengolahan tebu. Campuran tersebut kemudian dibentuk, dipadatkan, dan dipress menjadi lembaran genteng komposit.
Penggunaan bahan baku lokal ini bertujuan untuk mengurangi beban genteng yang berat dan meningkatkan keamanan hunian, terutama saat terjadi gempa bumi. Genteng konvensional yang berat sering menjadi penyebab cedera saat bencana gempa.
Harga dan Potensi Produksi Massal
Harga genteng berbahan sabut kelapa ini saat ini berkisar Rp 15.000 hingga Rp 26.000 per buah, tergantung kapasitas produksi. Dengan peningkatan kapasitas produksi, harga dapat ditekan hingga sekitar Rp 10.000 per genteng. Untuk membangun atap rumah tipe 36, biaya genteng diperkirakan sekitar Rp 11 juta. Genteng ini juga telah digunakan untuk pembangunan rumah bantuan TNI Angkatan Darat di Nias dengan biaya sekitar Rp 12 juta untuk rumah tipe 4×6.
Presiden Prabowo juga memberikan perhatian khusus pada inovasi sepatu yang dibuat dari limbah kelapa sawit. Produk sepatu ini dipandang memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat menggerakkan industri rakyat. Sepatu berbahan limbah sawit yang dikembangkan BRIN dibanderol dengan harga sangat terjangkau, di bawah Rp 100.000 per pasang.
Harapan Pemerintah terhadap Inovasi BRIN
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menginginkan hasil riset BRIN tidak hanya menjadi inovasi di laboratorium, tetapi juga bisa diproduksi secara massal dan dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat. Pemerintah berupaya memberikan tambahan anggaran untuk penelitian agar hasil-hasil riset dapat menjawab berbagai permasalahan nasional, termasuk pengelolaan limbah dan sampah, pengembangan benih unggul, serta inovasi di bidang kesehatan dan pengolahan air bersih.
Produk genteng dan sepatu dari limbah sawit dan kelapa ini menjadi contoh nyata bagaimana penelitian dapat memberikan solusi praktis dan berdampak ekonomi bagi masyarakat, sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.
Inovasi genteng komposit dari biomassa ini diharapkan dapat menjadi alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan konstruksi rumah di Indonesia, serta membuka peluang pengembangan industri berbasis bahan baku lokal yang berkelanjutan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









