WCCE 2026 Sepakati Jakarta Vision on Creative Economy, Bakal Dibawa ke PBB

Suara Pecari, Jakarta – Konferensi Tingkat Dunia ke-5 tentang Ekonomi Kreatif (WCCE 2026) resmi menyepakati dokumen Jakarta Vision on Creative Economy sebagai strategi global untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif. Dokumen ini akan didorong oleh Indonesia bersama negara-negara mitra ke forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai landasan penguatan ekonomi kreatif dalam agenda pembangunan global setelah 2030.

Kesepakatan Jakarta Vision dalam WCCE 2026

Jakarta Vision on Creative Economy dihasilkan melalui proses konsultasi yang panjang mulai April 2026 dan melibatkan berbagai negara dalam pertemuan Friends of Creative Economy. Pada WCCE 2026 yang berlangsung di Grand Ballroom Kempinski Jakarta, dokumen ini disepakati dalam pertemuan tingkat menteri yang dihadiri oleh 38 kepala delegasi, 183 pembicara dan moderator, serta total peserta lebih dari 7.600 dari 82 negara dan 7 organisasi internasional.

Baca juga:

Empat Prioritas Utama Jakarta Vision

Dokumen Jakarta Vision memuat empat fokus utama untuk memperkuat ekonomi kreatif global:

  • Akses terhadap teknologi dan infrastruktur digital yang memadai.
  • Kolaborasi kreator yang berkelanjutan demi inovasi dan pertumbuhan bersama.
  • Perlindungan kekayaan intelektual yang efektif untuk melindungi karya kreatif.
  • Remunerasi yang adil serta perluasan akses pembiayaan dan investasi bagi pelaku ekonomi kreatif.

Langkah Selanjutnya: Pengajuan ke PBB

Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri dan dukungan negara-negara mitra, berencana untuk membawa Jakarta Vision ke forum Majelis Umum PBB (UNGA) yang akan berlangsung beberapa bulan ke depan. Inisiatif ini bertujuan memperkuat posisi ekonomi kreatif agar menjadi bagian strategis dalam agenda pembangunan global pasca-SDGs 2030.

Partisipasi Internasional dan Keberlanjutan

WCCE 2026 mencatat tingkat partisipasi internasional yang tinggi dengan keterlibatan delegasi dari berbagai negara dan organisasi. Keberlanjutan agenda ekonomi kreatif global akan diteruskan melalui WCCE 2028 yang akan diselenggarakan di Glasgow, Skotlandia.

Baca juga:

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan pentingnya kolaborasi internasional dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif yang dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi global.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *