IHSG Sesi 1 Ditutup Menguat 1,09 Persen ke Level 5.446,74
Suara Pecari – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama perdagangan Jumat, 23 Oktober 2026, berhasil menguat 1,09 persen atau naik 58,84 poin ke level 5.446,74. Pergerakan positif ini mencerminkan sentimen pasar yang optimis di tengah aktivitas perdagangan yang cukup tinggi.
Fakta Utama Perdagangan IHSG Sesi 1
- Nilai transaksi mencapai Rp8,06 triliun.
- Volume perdagangan sebesar 21,42 miliar lembar saham.
- Frekuensi transaksi mencatat sebanyak 1,06 juta kali.
- Top gainers saham meliputi Fast Food Indonesia (FAST) naik 25,00%, Pioneerindo Gourmet International (PTSP) naik 25,00%, Perdana Bangun Pusaka (KONI) naik 24,91%, Fortune Resources Investment (FITT) naik 24,43%, dan TBS Energi Utama (TOBA) naik 21,39%.
- Top losers saham termasuk Habco Trans Maritima (HATM) turun 6,90%, Sinergi Multi Lestarindo (SMLE) turun 6,83%, Abadi Lestari Indonesia (RLCO) turun 6,77%, Super Energy (SURE) turun 6,69%, dan Artha Mahiya Investama (AIMS) turun 6,67%.
- Saham dengan nilai transaksi tertinggi adalah Bank Central Asia (BBCA) senilai Rp1,23 triliun, diikuti Bank Mandiri (BMRI) Rp547,40 miliar, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Rp490,07 miliar, PT Telkom Indonesia (TLKM) Rp208,88 miliar, dan Bukit Uluwatu Villa (BUVA) Rp192,29 miliar.
- Volume perdagangan terbesar dicatat oleh GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) dengan 61,24 juta lembar saham diperdagangkan, diikuti Bumi Resources (BUMI) 11,38 juta lembar, Fortune Indonesia (FORU) 8,17 juta lembar, Bukit Uluwatu Villa (BUVA) 5,46 juta lembar, dan Astrindo Nusantara Infrastruktur (BIPI) 4,19 juta lembar.
Konteks Pergerakan Bursa Saham Asia
Dalam pergerakan bursa kawasan Asia pada sesi yang sama, terdapat variasi tren sebagai berikut:
- Indeks Nikkei 225 di Jepang mengalami penurunan 0,90% ke level 62.348.
- Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 0,49% ke level 23.047.
- Indeks SSE Composite di China turun 1,21% ke level 3.614,12.
- Indeks Straits Times di Singapura turun tipis sebesar 0,06% ke level 5.411,74.
Signifikansi dan Implikasi
Kenaikan IHSG pada sesi pertama ini menunjukkan adanya kepercayaan investor terhadap prospek pasar modal Indonesia di tengah kondisi global yang beragam. Aktivitas perdagangan yang tinggi dan nilai transaksi besar menandakan likuiditas pasar yang baik serta minat investor yang terus meningkat.
Kinerja positif saham-saham unggulan, terutama sektor keuangan dan konsumer, menjadi pendorong utama penguatan IHSG. Namun, investor juga perlu memperhatikan dinamika pasar regional yang menunjukkan pergerakan berbeda, sebagai bagian dari risiko investasi global.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










