Pertumbuhan Arus Peti Kemas Nasional Didorong Perdagangan Internasional

Pertumbuhan Arus Peti Kemas Nasional Didorong Perdagangan Internasional

Suara Pecari | Pertumbuhan arus peti kemas nasional mencapai 6,42 juta TEUs, meningkat sekitar tujuh persen dibanding tahun lalu.

PT Pelabuhan Indonesia mencatat bahwa pertumbuhan ini ditopang oleh perdagangan internasional, terutama segmen ekspor dan impor yang tumbuh lebih tinggi dibanding domestik.

Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, menyatakan bahwa pertumbuhan internasional meningkat sekitar 11 persen sepanjang awal tahun ini.

Ekspor tumbuh 10 persen dan impor naik 12 persen, menunjukkan daya tahan perdagangan Indonesia masih cukup kuat.

Kondisi ini juga mencerminkan aktivitas ekonomi tetap bergerak di tengah tekanan ekonomi global.

Pelindo mencatat kawasan intra-Asia masih menjadi penopang utama perdagangan nasional Indonesia, dengan Tiongkok dan ASEAN mendominasi aktivitas ekspor serta impor nasional.

Ekspor komoditas peti kemas mengalami pertumbuhan pada sejumlah sektor industri strategis, seperti produk kimia, mesin mekanis, dan perlengkapan elektrik.

Impor barang modal dan komponen industri juga meningkat, dengan mesin mekanis dan produk kimia mencatat pertumbuhan impor tertinggi tahun ini.

Kondisi tersebut dinilai mencerminkan tingginya aktivitas investasi dan hilirisasi industri nasional.

Pertumbuhan arus peti kemas juga terjadi di pelabuhan utama Indonesia, seperti Tanjung Priok, Tanjung Emas, dan Tanjung Perak.

Distribusi domestik menuju kawasan timur Indonesia juga mengalami peningkatan sepanjang awal 2026, dengan pertumbuhan distribusi sekitar tujuh persen di Pelabuhan Makassar.

Peningkatan distribusi ditopang pengiriman komoditas pertanian seperti beras dan jagung.

Dirjen Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, memastikan penguatan layanan pelabuhan terus dilakukan untuk menjaga kualitas layanan logistik.

Pemerintah dan BUMN kepelabuhanan membangun fasilitas di 74 lokasi pelabuhan nasional, meliputi digitalisasi layanan dan modernisasi alat bongkar muat.

Penguatan infrastruktur dinilai penting menjaga kelancaran rantai pasok nasional Indonesia dan menopang pertumbuhan perdagangan intra-Asia dan investasi industri.

Pertumbuhan arus peti kemas nasional ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia masih memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang di tengah tekanan ekonomi global.

Dengan terus memperkuat layanan pelabuhan dan meningkatkan efisiensi logistik, Indonesia dapat meningkatkan daya saingnya di kancah internasional.

Oleh karena itu, pemerintah dan pelaku usaha harus terus berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas layanan pelabuhan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan