PBB Peringatkan Perang Ukraina Berisiko Lepas Kendali
Suara Pecari |
New York – Perang di Ukraina telah mencapai tahap yang sangat serius dan berisiko lepas kendali jika eskalasi konflik terus berlanjut. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, telah menyoroti serangan besar yang diluncurkan Rusia pada 23 dan 24 Mei, yang menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai lebih dari 100 lainnya. Kerusakan terparah dilaporkan terjadi di ibu kota Kyiv, dengan gedung diplomatik dan kompleks badan-badan PBB turut terdampak puing serangan meski tidak ada staf PBB yang terluka.
Pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB digelar di tengah meningkatnya kekhawatiran atas korban sipil dan serangan terhadap infrastruktur sipil di kedua negara. Menurut kantor HAM PBB, OHCHR, jumlah korban sipil di Ukraina meningkat selama empat bulan pertama tahun 2026, dengan sebanyak 815 warga sipil meninggal dan 4.174 lainnya terluka antara Januari hingga April 2026. Sejak invasi Rusia dimulai pada Februari 2022, lebih dari 15.000 warga sipil, termasuk hampir 800 anak-anak, telah meninggal di Ukraina.
Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Turk menyerukan agar Rusia dan Ukraina segera kembali ke meja perundingan. Ia meminta semua pihak menahan diri dan menghentikan penderitaan warga sipil. Guterres kembali menegaskan bahwa serangan terhadap warga sipil melanggar hukum humaniter internasional dan meminta agar arah konflik segera diubah demi mencegah risiko salah perhitungan militer dan konsekuensi yang tidak disengaja.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












