PBB: Serangan Israel di Lebanon Hambat Respons Darurat dan Penyaluran Bantuan
Suara Pecari | RRI.CO.ID, Jenewa – PBB mengatakan serangan Israel di Lebanon selatan telah memperlambat respons darurat dan menghambat distribusi bantuan kemanusiaan di wilayah tersebut. Serangan Israel telah menyebabkan meningkatnya kekerasan dan dampak perintah pengungsian di berbagai wilayah Lebanon.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan bahwa intensitas serangan turut membatasi akses bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan. OCHA juga menyebutkan bahwa sebuah jalan penting di distrik Marjayoun, provinsi Nabatieh, terdampak serangan pada Kamis, 28 Mei 2026. Jalan tersebut digunakan untuk evakuasi medis darurat, pergerakan pekerja bantuan, serta akses warga terhadap barang dan layanan penting.
Sedikitnya delapan orang dilaporkan meninggal di kota Maarakah, sementara tiga orang lainnya tewas di lokasi berbeda. Sekitar 37 orang juga terluka dalam serangan di kamp pengungsi Palestina Al Buss.
Tempat penampungan di kota Tyre dilaporkan telah penuh, sehingga banyak pengungsi kini bergerak ke wilayah utara. Meski menghadapi berbagai keterbatasan, PBB dan mitra kemanusiaannya tetap menyalurkan bantuan di seluruh wilayah Lebanon.
Koordinator kemanusiaan PBB untuk Lebanon, Imran Riza, menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya kekerasan dan dampak perintah pengungsian di berbagai wilayah. Ia juga mencatat adanya laporan warga sipil yang terluka saat mencoba melarikan diri dari area yang terkena perintah evakuasi. Menurut data resmi Lebanon yang dikutip OCHA, sedikitnya 3.355 orang meninggal dan 10.095 lainnya terluka sejak eskalasi 2 Maret.
PBB menegaskan pentingnya perlindungan bagi warga sipil di tengah konflik yang terus berlangsung.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












