Peringatan Menlu Iran ke AS: Pergi dari Wilayah Kami, Kalau Ingin Selamat

Peringatan Menlu Iran ke AS: Pergi dari Wilayah Kami, Kalau Ingin Selamat

Suara Pecari | Peringatan Menlu Iran ke AS: Pergi dari wilayah kami, kalau ingin selamat. Pernyataan tegas itu disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke sejumlah target di Iran selatan. Dalam unggahan di media sosial X, Araghchi menegaskan bahwa setiap serangan atau ancaman terhadap Iran akan mendapat balasan setimpal. “Angkatan Bersenjata kami yang kuat tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa jawaban,” tulisnya, Selasa (9/6/2026).

Peringatan Menlu Iran ke AS: Pergi dari wilayah kami, kalau ingin selamat juga merujuk pada sejarah Teluk Persia yang menurut Araghchi penuh dengan kisah buruk para pendatang asing yang mengganggu. Ia memperingatkan bahwa pasukan asing di kawasan itu berisiko tinggi terlibat dalam baku tembak atau kecelakaan. “Untuk mengurangi risikonya, solusi terbaik adalah mereka pergi. Kami lebih menyukai diplomasi, tetapi juga berbicara dalam bahasa lain,” ujarnya.

Serangan AS dipicu oleh jatuhnya helikopter Apache Angkatan Darat AS di lepas pantai Oman yang diklaim ditembak jatuh oleh Iran. Presiden Donald Trump mengonfirmasi insiden tersebut dan memerintahkan serangan balasan. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa serangan itu bersifat defensif. Namun, Iran menanggapinya dengan meluncurkan drone dan rudal ke sasaran AS di kawasan.

Peringatan Menlu Iran ke AS: Pergi dari wilayah kami, kalau ingin selamat kembali ditekankan oleh Araghchi saat merespons gelombang serangan terbaru. Ia menyebut AS telah kalah di medan perang dan kini mencoba menguji tekad Iran. “Sejarah Teluk Persia memiliki banyak bab tentang nasib buruk para pendatang asing yang mengganggu,” katanya, mengingatkan bahwa Iran tidak akan tinggal diam.

Media Iran melaporkan ledakan dan serangan proyektil di Pulau Qeshm, Sirik, Minab, dan Jask di Provinsi Hormozgan. Pertahanan udara Iran diaktifkan di Bandar Abbas, Qeshm, dan Sirik. Namun, televisi pemerintah kemudian menyatakan situasi hampir tenang setelah gelombang serangan mereda.

Ketegangan antara Iran dan AS meningkat drastis dalam beberapa hari terakhir. Araghchi mendesak pasukan asing, terutama AS, untuk meninggalkan Timur Tengah demi mencegah eskalasi lebih lanjut. Ia menegaskan bahwa Iran siap menghadapi segala kemungkinan, baik diplomasi maupun konfrontasi militer. “Angkatan bersenjata kami selalu siaga terhadap setiap pelanggaran wilayah udara Iran,” tegasnya.

Dalam kesimpulannya, peringatan Menlu Iran ke AS: Pergi dari wilayah kami, kalau ingin selamat menjadi pesan utama yang ingin disampaikan Teheran. Iran menolak kehadiran militer asing di sekitarnya dan siap membalas setiap agresi. Dunia internasional kini menanti langkah selanjutnya dari kedua negara yang terlibat dalam konflik ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan