Hong Kong Typhoon Noul: Penerbangan Lumpuh, Hotel Tetap Beroperasi
Suara Pecari, Hong Kong Typhoon Noul yang menerjang akhir pekan lalu melumpuhkan aktivitas di kota tersebut, dengan lebih dari 350 penerbangan dibatalkan, tempat wisata ditutup, dan layanan kereta termasuk Kereta Cepat ke China dihentikan sementara. Meskipun demikian, hotel-hotel tetap beroperasi penuh untuk menjamin keselamatan tamu sambil berkomunikasi erat dengan wisatawan asing dalam menyesuaikan rencana perjalanan mereka.
Hotel Fullerton Ocean Park Hong Kong, yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat topan super pada September lalu, kali ini tetap utuh. Meskipun ada gangguan pemesanan karena pembatalan penerbangan, hotel membantu tamu dengan perpanjangan masa menginap, memberikan informasi terkini tentang gangguan transportasi dan penerbangan, serta memastikan tamu tetap menikmati kenyamanan akses ke fasilitas. Manajer Umum Christina Cheng mengatakan, “Kami mengadopsi pendekatan fleksibel dan pengertian dengan membantu tamu yang terkena dampak dalam mengubah reservasi dan mencari tanggal perjalanan alternatif. Tim kami juga menjaga komunikasi erat untuk memberikan bantuan tepat waktu.”
Hal serupa dilakukan The Hari Hong Kong yang tetap beroperasi selama topan dan menawarkan perpanjangan menginap serta bantuan akomodasi alternatif. Manajer Umum Edward E Snoeks menyatakan, “Bagi tamu yang tidak bisa bepergian sesuai rencana, kami menawarkan perubahan tanggal dan penundaan. Tim Reservasi terus berhubungan dengan tamu dan mitra perjalanan untuk meminimalkan ketidaknyamanan.” Sementara Regal Hotels Group yang mengelola dua hotel terhubung bandara—Regal Airport Hotel dan Regala Skycity Hotel—dengan lebih dari 2.300 kamar dan kontrak dengan semua maskapai besar, memungkinkan penumpang yang terlantar untuk pindah dengan cepat tanpa prosedur check-in panjang. Balwin Yeung, Chief Commercial Officer Regal Hotels International, menekankan pentingnya check-in yang cepat dan efisien bagi tamu yang kelelahan setelah terbang.
Di sisi lain, penumpang masih menghadapi gangguan pada Senin setelah ratusan penerbangan dibatalkan akhir pekan. Otoritas Bandara Hong Kong mengatakan operasi telah kembali normal dan memperkirakan menangani 900 penerbangan sepanjang hari. Namun, puluhan penumpang yang menginap di kursi bandara masih menunggu maskapai menyelesaikan tumpukan penerbangan yang tertunda. Sementara itu, dampak Hong Kong Typhoon Noul juga dirasakan di China daratan. Di Provinsi Hunan, lebih dari 44.300 orang dievakuasi di Kota Chenzhou sebagai tanggap darurat. Curah hujan ekstrem mencapai 223,1 mm di Kecamatan Xinfang, dan angin kencang melanda 144 stasiun cuaca. Meskipun topan telah melemah menjadi depresi tropis, sirkulasi residunya masih menyebabkan hujan lebat lokal, terutama di daerah pegunungan yang rawan bencana geologis.
Hong Kong Typhoon Noul juga memperparah situasi banjir di Asia, sebagaimana dilaporkan oleh The Guardian. Dari Afghanistan hingga Taiwan, hujan ekstrem menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor, menewaskan puluhan orang. Di Bangladesh, seorang ibu bernama Jesmin Akter kehilangan segalanya saat banjir menerjang rumahnya. Meskipun demikian, ketahanan hotel-hotel Hong Kong menunjukkan bahwa sektor pariwisata tetap sigap dalam menghadapi bencana. Dengan layanan yang fleksibel dan komunikasi yang baik, para tamu tetap merasa aman dan diperhatikan selama masa sulit akibat Hong Kong Typhoon Noul.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










