Heboh! Trump Genggam Tangan Brigitte Macron Lama, Media Sosial Geger di KTT G7

Heboh! Trump Genggam Tangan Brigitte Macron Lama, Media Sosial Geger di KTT G7

Suara Pecari | Heboh! Trump jabat tangan Brigitte istri Presiden Prancis terlalu lama hingga cipika-cipiki di G7 [titlebase] menjadi sorotan utama pada KTT G7 yang digelar di Evians-les-Bains, Prancis, Kamis 18 Juni 2026. Dalam momen yang tak terduga, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyapa Ibu Negara Prancis, Brigitte Macron, dengan jabat tangan yang berlangsung hampir 13 detik, lengkap dengan ciuman di kedua pipi, mengundang gelak tawa sekaligus keheranan para pengamat internasional.

Rekaman video yang beredar cepat di platform X, Twitter, dan TikTok menampilkan Trump mengulurkan tangan secara perlahan, menahan genggaman lebih lama daripada biasanya. Sementara itu, Presiden Emmanuel Macron hanya memberikan salam singkat kepada rekan sejawatnya, kemudian menempatkan tangan di punggung Trump sebagai tanda persahabatan. Gestur ini memicu perbincangan hangat di media sosial, dengan banyak netizen menilai aksi tersebut sebagai “perebutan jabat tangan aneh” dan menyoroti kebiasaan Trump yang dikenal dengan jabat tangan kuat dan berlarut.

Sejarah mencatat bahwa Trump pernah melakukan jabat tangan yang panjang dengan Macron pada kunjungan resmi ke Prancis pada tahun 2017, yang berlangsung hampir 30 detik. Pada kesempatan yang sama, di KTT NATO tahun itu, Trump sempat memutar lengan Macron dengan kuat, menyebabkan Presiden Prancis terdorong ke samping. Kontroversi sebelumnya juga meliputi komentar Trump pada bulan April lalu yang menuduh Brigitte memperlakukan suaminya dengan buruk, menambah ketegangan politik antara kedua negara.

Para analis politik menilai aksi jabatan tangan ini lebih dari sekadar kebetulan sosial. Mereka berpendapat bahwa Trump berusaha menonjolkan dirinya dalam forum multinasional, sekaligus mengirim pesan kuat kepada sekutu tradisional Amerika. Di sisi lain, Brigitte Macron, yang dikenal memiliki peran aktif dalam diplomasi budaya, tampak bersikap ramah meski berada di bawah sorotan tajam. “Saya menghargai tradisi jabat tangan yang hangat, namun durasinya tidak boleh mengalihkan fokus pada agenda utama G7,” ujar seorang pakar hubungan internasional.

Reaksi resmi dari istana kepresidenan Prancis menegaskan bahwa momen tersebut bersifat simbolik dan tidak memengaruhi kerja sama strategis antara Amerika Serikat dan Prancis. Sementara itu, Gedung Putih belum memberikan pernyataan resmi mengenai durasi jabat tangan tersebut, meskipun kantor juru bicara Presiden menyebutkan bahwa Trump selalu berusaha menunjukkan rasa hormat kepada pemimpin dunia.

Di kalangan warga internasional, peristiwa ini menjadi bahan candaan sekaligus bahan analisis. Beberapa komentar menyoroti bahwa gestur fisik seperti jabat tangan dapat menjadi indikator sikap diplomatik, sementara yang lain menilai bahwa media sosial memperbesar efek visual sehingga aksi sederhana menjadi viral. Salah satu pengguna X menulis, “Trump mengubah jabat tangan menjadi pertunjukan, sementara Brigitte tetap elegan,” menambah deretan komentar yang beragam.

Selain dampak sosial media, peristiwa ini juga menimbulkan pertanyaan tentang protokol diplomatik di era digital. Apakah durasi jabat tangan kini menjadi ukuran keberhasilan sebuah pertemuan politik? Para pakar menyarankan agar negara-negara tetap fokus pada agenda substantif, seperti kebijakan iklim, keamanan energi, dan stabilitas ekonomi global, yang menjadi inti pembahasan G7 tahun ini.

Secara keseluruhan, Heboh! Trump jabat tangan Brigitte istri Presiden Prancis terlalu lama hingga cipika-cipiki di G7 [titlebase] tidak hanya menjadi viral, tetapi juga membuka diskusi tentang etika diplomasi modern, peran media sosial dalam politik, serta dinamika hubungan Amerika‑Prancis yang terus berkembang. Meskipun aksi tersebut tampak ringan, ia menyoroti pentingnya detail kecil dalam arena geopolitik yang selalu berada di bawah pengawasan publik global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan