Komandan CENTCOM Turun Langsung ke Kapal Induk USS Abraham Lincoln yang Diterpa Isu Krisis Moral
Suara Pecari – Komandan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, melakukan kunjungan langsung ke kapal induk USS Abraham Lincoln di tengah laporan mengenai kondisi buruk dan masalah kesehatan mental awak kapal setelah menjalani penugasan panjang selama sembilan bulan tanpa singgah pelabuhan.
USS Abraham Lincoln merupakan salah satu kapal induk utama dalam operasi militer AS yang mendukung blokade terhadap Iran serta serangan-serangan di kawasan Timur Tengah. Kapal ini telah menghabiskan lebih dari 200 hari di zona tempur dan meluncurkan lebih dari 10.000 sortie selama masa penugasannya.
Situasi dan Tantangan di USS Abraham Lincoln
Penugasan yang berlangsung lama dan intensif ini memunculkan berbagai masalah di kapal induk tersebut. Beberapa masalah yang dilaporkan antara lain kekurangan pasokan makanan segar dan perlengkapan pribadi, kontaminasi dan persoalan pada saluran air, serta tekanan kesehatan mental yang signifikan di kalangan awak kapal. Bahkan, terdapat insiden seorang pelaut yang jatuh ke laut namun berhasil diselamatkan dengan cepat.
Laporan-laporan ini memicu perhatian dari anggota parlemen Amerika Serikat yang meminta penjelasan dari pejabat pertahanan mengenai kondisi tersebut. Namun, pejabat pertahanan membantah adanya masalah serius dan menegaskan bahwa seluruh awak mendapat dukungan penuh dari militer AS.
Konsekuensi Serangan Iran dan Dampaknya pada Logistik
Sebelumnya, kapal induk USS Abraham Lincoln menghadapi tantangan logistik setelah serangan drone dan rudal yang dilancarkan oleh Iran terhadap pangkalan angkatan laut AS di Bahrain. Serangan ini memaksa Angkatan Laut AS memindahkan operasi logistik utama dari Bahrain ke pangkalan militer Inggris di Pulau Diego Garcia, yang berjarak lebih dari 3.500 kilometer dari gugus tempur kapal induk di Teluk Oman. Jarak yang jauh ini memperburuk distribusi pasokan ke kapal-kapal perang AS, termasuk USS Abraham Lincoln.
Komentar dan Respon Pimpinan Militer
Laksamana Brad Cooper menyatakan bahwa pengerahan USS Abraham Lincoln merupakan salah satu yang paling intensif dan berdampak besar secara operasional di era modern. Ia juga memuji semangat dan prestasi para awak kapal yang tetap bertugas dengan kebanggaan meskipun menghadapi tekanan berat selama masa penugasan.
Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth membantah laporan yang menyebut kondisi kapal memburuk dan menegaskan bahwa para pelaut dan komandan kapal mendapatkan dukungan penuh selama penugasan yang lebih panjang dari biasanya. Ia juga menyampaikan penghormatan kepada para pelaut yang bertugas dalam kondisi sulit dengan kesempatan singgah pelabuhan yang terbatas.
Perpanjangan Masa Penugasan dan Penggantian Kapal Induk
Penugasan USS Abraham Lincoln semula dijadwalkan berakhir pada Mei 2026, namun diperpanjang sehubungan dengan operasi militer yang sedang berlangsung terhadap Iran. Presiden Donald Trump mengomentari masa tugas yang hampir sembilan bulan tersebut dengan menyatakan bahwa durasi itu sebenarnya masih kurang lama dan kapal induk ini akan segera digantikan oleh USS George Washington, yang telah meninggalkan pelabuhan di Vietnam dan dijadwalkan menggantikan posisi USS Abraham Lincoln.
Penugasan panjang dan intensif ini menimbulkan tekanan fisik dan mental bagi awak kapal, serta menyoroti tantangan operasional di tengah ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kunjungan Komandan CENTCOM merupakan bagian dari upaya memantau kondisi dan memberikan dukungan kepada awak kapal selama masa penugasan yang berat ini.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










