Prancis Tegaskan Kedaulatan Saint Pierre dan Miquelon serta Perkuat Kerja Sama Transatlantik dengan Kanada
Suara Pecari, Saint-Pierre-et-Miquelon – Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan kedaulatan Prancis atas wilayah Saint Pierre dan Miquelon menyusul klaim ekspansi wilayah oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mencakup Kanada dan Greenland. Pernyataan ini disampaikan saat Macron menerima kunjungan bersejarah Perdana Menteri Kanada Mark Carney, yang merupakan kunjungan resmi pertama seorang perdana menteri Kanada ke wilayah kepulauan Prancis tersebut dalam 12 tahun terakhir.
Pernyataan Macron menolak peta yang diunggah Trump yang memperlihatkan wilayah AS meluas hingga Kanada dan Greenland, menegaskan bahwa Saint Pierre dan Miquelon tetap menjadi bagian dari wilayah Prancis. Kunjungan ini sekaligus menjadi momen penting untuk memperkuat kerja sama bilateral antara Prancis dan Kanada dalam berbagai sektor strategis.
Penguatan Hubungan Transatlantik dan Kerja Sama Strategis
Dalam pertemuan tersebut, Macron dan Carney sepakat mempererat hubungan transatlantik serta memperkuat kerja sama di bidang pertahanan, energi, keamanan regional, dan pengembangan teknologi canggih, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan pemantauan ruang angkasa. Carney menekankan bahwa kedaulatan saat ini tidak hanya soal kemampuan memenuhi kebutuhan pangan dan energi, tetapi juga akses yang aman terhadap teknologi seperti AI, ruang angkasa, semikonduktor, mineral kritis, dan energi bersih.
Macron juga menyambut baik kontrak antara perusahaan pemantauan antariksa Prancis Aldoria dan Kementerian Layanan Publik dan Pengadaan Kanada, yang menyediakan data pemantauan antariksa untuk Divisi Antariksa Angkatan Bersenjata Kanada. Kedua negara berkomitmen untuk mengembangkan dan berbagi infrastruktur pertahanan dan antariksa, termasuk sistem peluncuran dan fasilitas penerimaan.
Kerja Sama Ekonomi dan Dukungan Kanada ke Uni Eropa
Selain aspek pertahanan, Macron dan Carney membahas penguatan kerja sama ekonomi, khususnya di sektor perikanan, keamanan regional, dan infrastruktur energi. Macron menyatakan dukungan penuh terhadap proposal Kanada untuk menjadi anggota asosiasi Uni Eropa. Langkah ini dinilai penting untuk mempererat hubungan strategis antara Ottawa dan Brussel, terutama di tengah ketegangan hubungan Kanada dengan Amerika Serikat akibat penetapan tarif baru oleh AS.
Macron menegaskan bahwa nilai-nilai demokrasi, hukum internasional, dan komitmen terhadap otonomi strategis menjadi fondasi yang mengikat kedua negara. Kunjungan dan pertemuan ini sekaligus memperbaiki “anomali sejarah” karena sebelumnya belum ada perdana menteri Kanada yang mengunjungi Saint Pierre dan Miquelon.
Dengan kerja sama yang diperkuat, kedua negara diharapkan dapat menghadapi tantangan global bersama, termasuk dukungan terhadap Ukraina dan pengembangan teknologi masa depan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










