Iran Pamer Koleksi Drone AS dan Jet Tempur yang Berhasil Ditembak Jatuh

Iran Pamer Koleksi Drone AS dan Jet Tempur yang Berhasil Ditembak Jatuh

Suara PecariIran memamerkan sejumlah drone canggih milik Amerika Serikat dan Israel yang berhasil ditangkap atau ditembak jatuh selama konflik berdurasi 40 hari. Pameran ini berlangsung di pangkalan pertahanan udara bawah tanah milik Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC).

Dalam pameran tersebut, berbagai jenis drone seperti MQ-9 Reaper, Hermes 900, dan Hermes 450 dipamerkan dalam kondisi rusak. Selain drone, Iran juga memperlihatkan sisa-sisa jet tempur F-15 yang diklaim berhasil dihancurkan pada 3 April 2026 menggunakan sistem pertahanan udara IRGC.

Koleksi Drone dan Jet Tempur yang Dipamerkan

Beberapa drone yang dipamerkan termasuk MQ-9 dan drone Hermes yang digunakan oleh Amerika Serikat dan Israel. Sebelumnya, Iran juga pernah memamerkan drone seperti MQ-4 Global Hawk, MQ-1 Predator, dan RQ-170 Sentinel di Taman Dirgantara Nasional Iran.

Sistem Pertahanan Udara Iran dan Klaim Keberhasilan

Pejabat pertahanan udara IRGC menyatakan bahwa meskipun banyak drone lawan dilengkapi teknologi canggih untuk menghindari deteksi, sistem pertahanan Iran mampu mendeteksi, mencegat, dan menjatuhkan drone-drone tersebut. Bahkan, beberapa drone menggunakan berbagai metode untuk melawan sistem pertahanan, namun tetap berhasil dicegat.

Menurut perwira senior IRGC, lebih dari 85 persen infrastruktur produksi sistem pertahanan udara yang dikembangkan secara mandiri oleh Pasukan Dirgantara IRGC tetap terjaga selama konflik. Dalam 40 hari perang, Iran mengklaim telah menghantam 171 kendaraan udara musuh, termasuk sejumlah jet tempur F-15 dan F-14.

Konteks dan Dampak

Pameran ini merupakan bagian dari upaya Iran untuk menunjukkan kemampuan pertahanan udaranya dalam menghadapi serangan dari Amerika Serikat dan Israel. Koleksi drone dan jet tempur yang berhasil ditangkap atau dihancurkan menjadi bukti klaim efektivitas sistem pertahanan udara Iran.

Situasi ini juga menunjukkan perkembangan signifikan pada teknologi pertahanan udara Iran yang mampu menghadapi ancaman dari pesawat tak berawak berteknologi tinggi dan jet tempur lawan. Hal ini berpotensi mempengaruhi dinamika keamanan di kawasan dan strategi militer kedua belah pihak.

Pameran tersebut tidak hanya memperlihatkan kemampuan militer Iran, tetapi juga menjadi sinyal bagi negara-negara yang terlibat dalam konflik mengenai kesiapan dan kekuatan pertahanan Iran.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *