Korban Tewas Gempa Kolombia Capai 294 Orang, Pemerintah Minta AS Tangguhkan Tarif untuk Pemulihan

Korban Tewas Gempa Kolombia Capai 294 Orang, Pemerintah Minta AS Tangguhkan Tarif untuk Pemulihan

Suara Pecari, Kolombia – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah barat Kolombia pada 10 Agustus 2026 telah menewaskan 294 orang dan melukai 3.935 lainnya. Pemerintah Kolombia yang baru dibentuk, di bawah kepemimpinan Presiden Abelardo de la Espriella, tengah berjuang memulihkan kondisi negara serta menangani dampak bencana yang sangat besar ini.

Pusat gempa berada di dekat San Jose del Palmar, Departemen Choco. Guncangan gempa dirasakan di sebagian besar wilayah Kolombia dan negara-negara tetangga. Selain korban jiwa dan luka-luka, sebanyak 320 orang masih dinyatakan hilang, sementara 353 berhasil diselamatkan oleh tim SAR gabungan.

Dampak Kerusakan Infrastruktur dan Sosial

Gempa ini menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur dan fasilitas publik. Data resmi menunjukkan:

  • 53.526 rumah terdampak dan 140 bangunan runtuh.
  • 1.819 lembaga pendidikan mengalami kerusakan.
  • 631 pusat kegiatan masyarakat dan 179 fasilitas kesehatan rusak.
  • Kerusakan pada infrastruktur transportasi, termasuk satu jembatan penyeberangan orang hancur, 20 jembatan jalan raya, 203 ruas jalan, serta lima bandara yang terdampak.
  • 44 sistem pasokan air bersih mengalami gangguan.

Respons Pemerintah dan Bantuan Internasional

Presiden Abelardo de la Espriella telah menetapkan status darurat ekonomi secara konstitusional untuk mempercepat penanganan bencana dan pemulihan. Pemerintah membentuk dana khusus yang akan digunakan untuk membiayai rekonstruksi rumah sakit, sekolah, pemukiman warga, serta infrastruktur penting lainnya.

Pemerintah juga menyiapkan paket bantuan ekonomi sementara yang mencakup penanggungan tagihan listrik dan air, subsidi sewa rumah, insentif pajak dan keuangan, serta bantuan tunai langsung bagi korban. Dukungan khusus juga diberikan kepada pelaku usaha kecil dan pedagang lokal yang terdampak bencana.

Permintaan Penangguhan Tarif ke Amerika Serikat

Dalam upaya membantu pemulihan ekonomi pascagempa, Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menghubungi Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan meminta penangguhan sementara tarif tinggi yang dikenakan pada produk Kolombia. Percakapan berlangsung sekitar 10 menit dalam suasana yang hangat dan bersahabat.

De la Espriella menyatakan permintaan tersebut bertujuan memberikan keringanan kepada pelaku usaha yang terkena dampak bencana. Trump menyampaikan belasungkawa atas korban dan menyatakan solidaritas kepada keluarga yang terdampak. Kolombia menghadapi tantangan besar untuk membangun kembali negara di tengah situasi ekonomi yang sulit.

Presiden Kolombia juga mengapresiasi dukungan Amerika Serikat dalam operasi penyelamatan dan bantuan pascagempa. Ia menegaskan pentingnya aliansi antara kedua negara untuk mempercepat proses rekonstruksi dan pemulihan.

Gempa ini menjadi ujian besar bagi pemerintah baru Kolombia yang hanya beberapa hari menjabat. Penanganan darurat dan pemulihan ekonomi menjadi prioritas utama dalam beberapa waktu ke depan.

Informasi ini akan terus diperbarui seiring proses pencarian korban hilang dan verifikasi data berlangsung di wilayah terdampak.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *