Sheikh Hasina dalam Pusaran Ekstradisi: India Kaji Permintaan Bangladesh di Tengah Ketegangan Diplomatik
Suara Pecari, Permintaan Bangladesh untuk mengekstradisi mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina dari India tengah menjadi sorotan. Pemerintah India melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Randhir Jaiswal pada Jumat (17/7/2026) menyatakan bahwa permintaan tersebut masih dalam tahap pengkajian sesuai dengan proses hukum yang berlaku. Sheikh Hasina, yang telah tinggal di India sejak jatuhnya pemerintahannya pada Agustus 2024 akibat gelombang protes mahasiswa, kini menghadapi tuntutan serius di negaranya, termasuk hukuman mati yang dijatuhkan secara in absentia pada November lalu.
Ketegangan antara India dan Bangladesh semakin meningkat setelah pemerintahan sementara yang dipimpin Muhammad Yunus berkuasa pasca jatuhnya rezim Sheikh Hasina. Hubungan kedua negara merosot tajam, meskipun upaya stabilisasi sempat dilakukan setelah kunjungan Ketua DPR Om Birla ke Dhaka pada Februari lalu. Namun, permintaan ekstradisi ini kembali memanas seiring rencana Sheikh Hasina untuk kembali ke Bangladesh pada Desember mendatang guna membangkitkan kembali partainya, Awami League. Pihak Bangladesh pun meminta media untuk tidak menyoroti pernyataan mantan perdana menteri tersebut, menunjukkan ketegangan yang jelas terkait status pengasingannya.
Sementara itu, di dalam negeri Bangladesh, gelombang protes dari komunitas minoritas terus berlangsung. Baru-baru ini, ribuan demonstran dari Bangladesh Hindu-Buddhist-Christian Unity Council menggelar aksi di depan National Press Club di Dhaka. Mereka mengecam penangkapan Haridas Chandra Tarani Das, seorang pemuda Hindu yang dituduh melakukan pencucian uang terkait pembangunan patung Lord Ram setinggi 81 kaki di distrik Gaibandha. Para pemimpin minoritas menuding tuduhan tersebut sebagai upaya jahat untuk menghentikan pembangunan tempat ibadah. Mereka juga mencatat peningkatan kekerasan terhadap komunitas non-Muslim dalam dua tahun terakhir, dengan 3.000 insiden terjadi di seluruh Bangladesh, termasuk 66 pembunuhan dan serangan terhadap puluhan kuil.
Kasus ekstradisi Sheikh Hasina dan meningkatnya ketegangan etnis di Bangladesh menjadi perhatian internasional, khususnya India yang kerap menyuarakan perlindungan bagi minoritas. Dalam pernyataannya, Jaiswal menegaskan bahwa setiap permintaan ekstradisi akan diperiksa sesuai dengan ketentuan hukum dan proses peradilan yang berlaku. Pemerintah India belum memberikan keputusan final, namun situasi ini dipantau ketat oleh berbagai pihak mengingat implikasinya terhadap stabilitas kawasan.
Kesimpulannya, masa depan Sheikh Hasina masih belum jelas. Di satu sisi, ia berencana kembali ke Bangladesh meskipun menghadapi ancaman hukuman mati. Di sisi lain, India harus menyeimbangkan hubungan diplomatik dengan Bangladesh dan komitmen terhadap proses hukum. Sementara itu, ketegangan antar komunitas di Bangladesh terus meningkat, memicu kekhawatiran akan keselamatan minoritas. Semua pihak berharap solusi damai dapat dicapai tanpa mengorbankan keadilan dan hak asasi manusia.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










