IHSG Tembus 6.100, 10 Saham Top Gainers Catat Kenaikan Fantastis dalam Sepekan

IHSG Tembus 6.100, 10 Saham Top Gainers Catat Kenaikan Fantastis dalam Sepekan

Suara Pecari, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan pada pekan ini, menembus level 6.100 dan ditutup di 6.175,53 pada Jumat, 17 Juli 2026. Kenaikan sebesar 4,24% dalam sepekan ini mendorong kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) melonjak Rp409 triliun menjadi Rp10.749 triliun. Di tengah momentum positif ini, investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih Rp442,05 miliar selama sepekan, membalikkan tren jual bersih pekan sebelumnya. Rata-rata nilai transaksi harian juga meningkat 36,25% menjadi Rp13,99 triliun, menandakan antusiasme pasar yang tinggi.

Seluruh sektor saham menghijau, dengan sektor basic materials memimpin kenaikan sebesar 5,47%, diikuti sektor consumer siklikal naik 5,32%, dan sektor energi naik 4,62%. Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji, menilai data inflasi Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan memperkuat ekspektasi sikap dovish The Fed, sehingga meningkatkan minat investor terhadap pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Berikut adalah 10 saham top gainers yang mencatatkan kenaikan harga tertinggi selama periode 13-17 Juli 2026 berdasarkan data BEI:

  • PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) naik 138,21% menjadi Rp505 per saham.
  • PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) naik 77,06% menjadi Rp386 per saham.
  • PT First Media Tbk (KBLV) naik 69,14% menjadi Rp137 per saham.
  • PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) naik 59,70% menjadi Rp29.225 per saham.
  • PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) naik 46,60% menjadi Rp151 per saham.
  • PT Aracord Nusantara Group Tbk (RONY) naik 44,15% menjadi Rp1.355 per saham.
  • PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) naik 35,58% menjadi Rp705 per saham.

Sementara itu, PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) juga menjadi sorotan setelah pemegang saham pengendalinya menandatangani perjanjian jual beli saham dengan PT Liqun Investments Indonesia senilai Rp17,3 miliar pada 15 Juli 2026. Transaksi ini bertujuan mengembangkan jaringan bisnis konstruksi, termasuk pendirian dua anak usaha baru, PT Pacific Construction Group dan PT Koka Trading International, untuk memperluas jangkauan operasional di pasar domestik dan internasional.

Di sisi lain, MSCI mengumumkan perubahan aturan terkait saham dengan kenaikan harga ekstrem (Extreme Price Increase/EPI) yang akan berlaku efektif pada Tinjauan Indeks Agustus 2026. Aturan baru ini mengecualikan saham yang ditandai EPI dengan Foreign Inclusion Factor (FIF) sebesar 0,75 atau lebih dari penyaringan EPI, sehingga tetap memenuhi syarat untuk masuk ke Standard Index. Sementara saham dengan FIF di bawah 0,75 akan dikenakan ketentuan lebih ketat, termasuk kemungkinan tidak ditambahkan ke Standard Index atau dikeluarkan dari Small Cap Index jika tidak memenuhi batas kapitalisasi pasar.

Kesimpulannya, penguatan IHSG sepekan ini didorong oleh sentimen eksternal yang positif, aksi beli asing, dan kinerja cemerlang sejumlah saham top gainers. Investor disarankan tetap waspada terhadap perubahan aturan MSCI yang dapat memengaruhi seleksi saham, serta memantau perkembangan fundamental emiten untuk memaksimalkan potensi keuntungan di pasar modal Indonesia.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *