Indonesia dan India Perkuat Kemitraan Strategis Komprehensif Menuju Kerja Sama Konkret

Indonesia dan India Perkuat Kemitraan Strategis Komprehensif Menuju Kerja Sama Konkret

Suara Pecari | Indonesia dan India sepakat memperkuat kemitraan strategis komprehensif di berbagai sektor, termasuk perdagangan, investasi, dan industri strategis. Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, dengan Menteri Luar Negeri India, Subrahmanyam Jaishankar, di New Delhi pada Minggu, 7 Juni 2026. Pertemuan tersebut merupakan bagian dari persiapan kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi, ke Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026.

Dalam forum Joint Commission Meeting (JCM) ke-8 tersebut, kedua menlu membahas penguatan kerja sama bilateral dalam kerangka Kemitraan Strategis Komprehensif antara kedua negara. Cakupan kerja sama meliputi bidang pertahanan, keamanan, kemaritiman, perdagangan, kesehatan, ketahanan pangan, konektivitas digital, sains dan teknologi, serta pariwisata dan kebudayaan. Prioritas yang didorong antara lain perundingan Preferential Trade Agreement (PTA), konektivitas sistem pembayaran digital, hilirisasi industri strategis, pemulihan cagar budaya Indonesia, dan pendidikan tenaga kesehatan.

Menlu Sugiono menegaskan bahwa kemitraan Indonesia dan India harus menghasilkan kerja sama yang lebih konkret dan saling menguntungkan. Salah satu langkah konkret yang dibahas adalah pengembangan konektivitas maritim, termasuk kemungkinan pengembangan Pelabuhan Sabang. Upaya ini diharapkan dapat mendukung peningkatan perdagangan bilateral yang pada tahun lalu mencapai USD23,16 miliar.

Selain itu, kedua pihak juga membahas kerja sama dalam penguatan ketahanan pangan dan energi. India menyampaikan harapannya untuk mendapatkan pasokan pupuk dari Indonesia. Pertukaran pandangan juga dilakukan mengenai potensi kerja sama kesehatan dan keuangan, termasuk pengembangan sistem pembayaran digital antara QRIS dan Unified Payment Interface (UPI).

Indonesia dan India, sebagai dua negara demokrasi besar di Asia, memiliki peran strategis dalam mendorong kawasan Indo-Pasifik yang stabil. Kedua menlu juga mencermati perkembangan kawasan dan global, serta kondisi geopolitik yang berdampak pada ketahanan ekonomi berbagai negara.

JCM merupakan forum bilateral tingkat Menteri Luar Negeri yang pertama kali digelar di Yogyakarta pada 2003. Sementara itu, JCM RI-India ke-9 direncanakan akan diselenggarakan di Jakarta. Hubungan diplomatik kedua negara telah terjalin sejak 1949, dan keduanya merupakan pendiri Konferensi Asia-Afrika (1955) serta Gerakan Non-Blok (1961). Kedekatan ini terus berlanjut, terbukti dengan keikutsertaan Indonesia dalam BRICS pada 2025.

Kesimpulannya, pertemuan ini menegaskan komitmen Indonesia dan India untuk memperkuat kemitraan strategis komprehensif melalui kerja sama yang lebih konkret di berbagai bidang. Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan hubungan bilateral kedua negara semakin erat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara, serta stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan